Advertisement

Subsidi 50 Ton Sembako di Jogja Hampir Kelar Disalurkan

Triyo Handoko
Minggu, 20 November 2022 - 18:17 WIB
Arief Junianto
Subsidi 50 Ton Sembako di Jogja Hampir Kelar Disalurkan Foto ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Subsidi distribusi sembako Pemkot Jogja yang langsung disalurkan ke setiap kemantren hampir selesai dilakukan.

Sebanyak 50 ton sembako dengan nilai subsidi Rp100 juta akan habis disalurkan melalui pasar murah pada Kamis (24/11/2022) mendatang.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Rata-rata setiap kemantren mendapat jatah 1,75 ton sembako. Masing-masing orang mendapat jatah maksimal 7 kg sembako. Nilai subsidi yang diberikan Pemkot Jogja sebesar Rp2.000 per kilogram sembako, artinya tiap sembako harganya lebih murah Rp2.000 dari pasaran. 

Pembagian tersebut dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan Oktober lalu, sedangkan gelombang kedua dilakukan mulai Senin (14/11/2022) lalu. 

BACA JUGA: Ada Lahan Tak Diketahui Pemiliknya di Trase Tol Jogja YIA, Segini Jumlahnya..

Adapun sumber pendanaan subsidi tersebut dari APBD perubahan 2022. Program subsidi dilakukan Pemkot Jogja untuk menangani inflasi dan ancaman krisis pangan yang terjadi. Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja yang mengkoordinasi program tersebut.

Kepala Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Disdag Jogja Riswanti menyebut tidak semua kemantren menghabiskan jatah kuotanya. “Misalnya di Kemantren Pakualaman itu enggak habis jatahnya karena di sian memang warga tidak mampunya sedikit dibanding yang lain, maka kami alihkan kuota tersebut ke kemantren lain,” kata dia, Minggu (20/11/2022).

Keterserapan subsidi distribusi, jelas Riswanti, dijamin seratus persen terserap tanpa sisa. “Pasti semuanya terserap dalam penyaluran, dalam penyaluran juga diberlakukan syarat membawa KTP supaya tepat sasaran, misalnya warga Jetis ya bisa ambilnya di Kemantren Jetis saja,” terangnya.

Advertisement

Riswanti menyebut dua kemantren yang paling banyak mendapat jatah subsidi adalah Umbulharjo dan Mergangsang. “Dua kemantren ini karena tingkat kemiskinannya tertinggi,” katanya.

Selain subsidi distribusi sembako, jelas Riswanti, dua kemantren tersebut juga mendapat bantuan tambahan dari CSR BPD DIY. “Kami juga melibatkan lembaga lain agar juga membantu penanganan harga ini melalui CSR di mana BPD DIY memberikan Rp70 juta dalam bentuk paket sembako murah di Mergangsang dan Umbulharjo,” ujarnya.

Pejabat Wali Kota Jogja Sumadi menjelaskan program tersebut muncul karena kenaikan harga BBM. “Dalam anggaran perubahan 2022 kemarin kami menyepakati subsidi ini untuk menanggulangi inflasi dari kenaikan harga BBM,” katanya, Minggu sore.

Advertisement

Sumadi menyebut keberlanjutan program tersebut pada 2023 belum dibahas. “Karena program tersebut muncul dalam situasi darurat yaitu ancaman inflasi tadi karena BBM,” ujarnya.

Namun, untuk mengantisipasi situasi darurat tersebut pada 2023, Pemkot Jogja sudah menyiapkan pendanaan darurat tak terduga. “Sama seperti program subsidi tahun ini yang menggunakan dana darurat, kami juga sudah siapkan dana darurat yang bisa digunakan untuk situasi darurat jadi antisipasi pasti ada,” tegasnya

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Petani Lereng Merapi Tanam Alpukat Jumbo, Harganya Sampai Rp40.000

News
| Sabtu, 10 Desember 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement