Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Longsor di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul, Sabtu (19/11/2022) yang mengakibatkan dua warga tertimbun tanah/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Hari kedua korban tertimbun longsor di perbukitan di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul belum membuahkan hasil. Pasalnya, pencarian terkendala kondisi tanah masih labil serta hujan yang berpotensi terjadinya longsor susulan.
Kapolsek Semin, AKP Arif Heriyanto mengatakan, pencarian tidak hanya melibatkan ratusan sukarelawan dari berbagai elemen mulai dari kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, berbagai relawan hingga warga sekitar. Selain itu, juga mengerahkan dua alat berat serta anjing pelacak.
Meski demikian, sambung dia, hingga dua hari pencarian, korban Karni,54, dan ibunya Mbah Karso,90, belum juga ditemukan. “Sudah pakai anjing pelacak. Mungkin masih tertimbun terlalu dalam sehingga posisinya belum bisa diketahui,” kata Arif kepada wartawan, Minggu (20/11/2022).
Menurut dia, operasi pencarian tidak berjalan mulus. Pasalnya, proses dihentikan sementara karena terjadi longsor susulan. Dua alat berat yang sempat berada di lokasi, diturunkan ke tempat yang aman.
Terkait dengan pencarian, tim dari Basarnas sudah melakukan kajian tentang keamanan dalam evakuasi. Tim telah naik ke puncak bukit untuk melihat kondisi di sekitar.
“Tanahnya masih labil dan sudah ada longsor susulan. Jadi, untuk keamanan pencarian diberhentikan sementara,” katanya.
Kendala dalam pencarian tidak hanya karena tanah yang masih labil. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca masih belum mendukung karena sering turun hujan.
“Potensi longsor susulan masih ada. Jadi, upaya pencarian juga masih menunggu hasil kajian dari basarnas,” ungkap Arif.
Lurah Candirejo, Semin, Agus Supriyadi mengatakan, jumlah pengungsi akibat longsor di Dusun Blembem terus bertambah. Di awal-awal pembukaan posko, yang mengungsi hanya 58 orang, namun pada Minggu siang ada 42 kepala keluarga dengan jumlah 109 jiwa.
BACA JUGA: Ribuan Orang Terkena Bencana di Gunungkidul, 2 Korban Longsor Belum Ditemukan
Adapun rinciannya, sebanyak 84 orang mengungsi di balai kalurahan, 22 orang menungsi di tempat saudara terdekat. Sedangkan tiga orang liannya diungsikan ke Sekolah Luar Biasa di Kapanewon Semin.
“Untuk dewasa ada 55 orang, lansia 33 orang, anak-anak 20 orang dan difabel satu orang,” katanya.
Menurut dia, untuk logistik baik bagi pengungsi maupun relawan yang membantu proses pencarian tidak ada masalah. Pasalnya, bantuan dari berbagai elemen masyarakat terus berdatangan ke posko di balai kalurahan.
“Kami juga sudah membuka dapur umum untuk logistik bagi pengungsi maupun relawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Bareskrim Polri ajukan Red Notice Interpol untuk Lukmanul Hakim, bandar sabu jaringan internasional yang diduga operasi plastik.