Advertisement

Polres Bantul Naikkan Status Kasus Pelecehan Seksual Atlet ke Tahap Penyidikan

Ujang Hasanudin
Selasa, 22 November 2022 - 17:17 WIB
Jumali
Polres Bantul Naikkan Status Kasus Pelecehan Seksual Atlet ke Tahap Penyidikan Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTULPolres Bantul meningkatkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap atlet gulat Bantul yang diduga dilakukan oleh pelatihnya sendiri dari penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status kasus itu dilakukan usai polisi menemukan alat bukti yang cukup.

BACA JUGA : Pelaku Pelecehan Atlet Bantul Tidak Hanya Satu Orang

Advertisement

“Sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, Ajun Komisaris Polisi Archye Nevadha, saat dihubungi Selasa (22/11/2022).

Archye mengatakan peningkatan kasus itu dilakukan usai kepolisian menemukan alat bukti yang cukup dari hasil gelar perkara.

“Ya sudah adanya bukti permulaan yang cukup,” katanya.

Lebih lanjut, Archye menyatakan akan pihaknya akan kembali memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. Total saksi yang diperiksa sebanyak lima orang, mulai dari korban, teman korban hingga pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Gulat, termasuk AS, terlapor atau pelatih gulat.

Disinggung soal penetapan tersangka, Archye mengaku masih terus melengkapi bukti-bukti dan kembali memeriksa saksi-saksi,

“Untuk penetapan tersangka kemungkinan masih nanti. Setelah melewati penyidikan, melengkapi berkas, dan pemeriksaan saksi kembali,” ujarnya

Sebelumnya seorang pelatih Cabor Gulat Bantul berinisial AS dilaporkan telah melakukan kekerasan seksual terhadap seorang atlet yang dilatihnya berinisial A,18. Korban A mengaku peristiwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi pada 27 Juli silam.

A mengaku diminta datang oleh pelatihnya ke tempat latihan untuk berlatih di luar jadwal yang semestinya. Karena untuk persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda), A pun tetap datang untuk berlatih. Saat itulah A mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari AS.

Polisi telah memanggil dan memeriksa terlapor AS, namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, AS tidak mengakui perbuatan seperti yang dilaporkan korban, “Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada terlapor, dan dia tidak mengakui perbuatan tersebut. Nanti kita akan cocokan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ada,” kata Archye.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Curhat Sempat Semedi 3 Hari Sebelum Putuskan Lockdown

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 00:37 WIB

Advertisement

alt

Kemenparekraf Optimistis Jumlah Wisatawan 2023 Naik

Wisata
| Kamis, 26 Januari 2023, 08:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement