Teri Terdampar di Pantai Wediombo, Warga Gunungkidul Bisa Bawa Pulang 4 Kg
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Penampakan tanah longsor di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul, dari kejauhan, Sabtu (19/11/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tim Gabungan masih berupaya mencari korban tertimbun longsor di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul. Meski belum menemukan dua korban, namun di hari keempat sudah membuahkan hasil.
Sebagai contoh, pencarian pada Selasa (22/11/2022) siang ada beberapa kemajuan. Tim gabungan menemukan satu sepeda dan lima ekor kambing.
Kapolsek Semin, AKP Arif Heriyanto mengatakan, Selasa sekitar pukul 10.30 WIB, tim berhasil pencari menemukan lima ekor kambing milik warga yang tertimbun. Ajaibnya, tidak semua mati karena ada seekor kambing yang ditemukan masih hidup.
“Fokus hari ini mencari di lokasi yang ada sumber baunya. Hasilnya ditemukan lima ekor kambing, yang salah satunya masih hidup,” kata Arif saat dihubungi wartawan, Selasa siang.
Dia menjelaskan, kambing-kambing ini ditemukan dalam reruntuhan kandang. Adapun kambing yang masih hidup ditemukan dalam posisi tertutup bangunan kandang yang didalamnya masih ada rongga udara.
“Ada rongga-rongga digunakan bernapas kambing yang ditemukan masih hidup,” katanya.
Selain ditemukan lima ekor kambing, juga ditemukan satu unit sepeda. Total sejak pencarian hari pertama, tim pencari berhasil mengangkat tujuh unit sepeda motor.
“Kondisi motornya banyak yang rusak parah,” katanya.
Arif menambahkan, untuk seekor kambing yang masih hidup langsung dibersihkan oleh warga. Setelah itu langsung diberikan makan dedaunan karena sudah empat hari tidak mendapatkan asupan makanan.
“Dikarenakan tertimbun maka selama empat hari tidak bisa makan,” katanya.
BACA JUGA: Masih Tinggi, Begini Kondisi Kasus Covid-19 DIY
Lurah Candirejo, Agus Supriyadi mengatakan, ada ratusan jiwa yang mengungsi karena takut longsor susulan terjadi lagi. Untuk logistik tidak ada masalah karena banyak bantuan yang datang, termasuk dari kemensos.
Hingga sekarang, korban Karso,90, dan anaknya Karni,54, belum jyga diketemukan. Upaya pencarian sudah dilakukan dengan mengerahkan alat berat maupun anjing pelacak. Meski demikian, di hari ketiga pencarian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Proses pencarian masih akan dilanjutkan. Mudah-mudahan kedua korban bisa segera diketemukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Manajemen PSS Sleman mengonfirmasi kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun KM 616 saat menuju Surabaya. Identitas dan jumlah korban masih diverifikasi.
Demo besar di Prancis pada 17 Oktober 2026 diwarnai penjarahan toko mewah, Apple Store, dan sejumlah gerai lain di beberapa kota.
Susurun 2026 di Boyolali diikuti 2.500 pelari. Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini menjadi ajang promosi wisata, kuliner, dan produk.
Pemkot Jogja menurunkan tarif Pajak Air Tanah menjadi 10% untuk PDAM dan 12,5% bagi badan usaha lain. Kebijakan berlaku sejak Oktober 2026.