Advertisement

Cerita Bergambar dari Jogja Disajikan dengan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Minat Anak

Triyo Handoko
Kamis, 24 November 2022 - 15:47 WIB
Budi Cahyana
Cerita Bergambar dari Jogja Disajikan dengan Teknologi Digital untuk Tingkatkan Minat Anak Kuasa Pengguna Anggaran BPNB DIY Dwi Ratna Nurhajarini dan Pamong Budaya Ahli Madya Ernawati Purwaningsih menunjukan buku cerita bergambar terbitannya di kantornya, Selasa (22/11/2022). - Harian Jogja/Triyo Handoko

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY menerbitkan bergam buku cerita bergambar dengan menggunakan augmented reality atau realitas berimbuh. Melalui penggunaan teknologi digital tersebut, anak-anak dapat membaca buku dengan pengalaman realitas yang lebih nyata.

Terdapat enam buku cerita bergambar yang sudah diterbitkan BPNB DIY yang menggunakan teknologi augmented reality. Penggunaan teknologi tersebut mulai dicoba sejak 2020. Sasaran dari program tersebut adalah anak-anak, agar mereka lebih tertarik pada cerita-cerita budaya lokal.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Buku tersebut antara lain menceritakan Pangeran Samber Nyawa, Dewi Sri Tanjung, Rara Anteng, hingga Jaka Seger. Kuasa Pengguna Anggaran BPNB DIY Dwi Ratna Nurhajarini menyebut penerbitan buku tersebut sebagai cara melestarikan nilai-nilai budaya yang ada. “Cerita-cerita rakyat itu termasuk bagian dari objek pemajuan kebudayaan, yang sifatnya tak benda. Ini akan terus dilestarikan dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada,” kata dia, Selasa (22/11/2022).

Ratna menjelaskan penerbitan didahului riset yang komprehensif. “Agar cerita yang disampaikan dalam buku cerita gambar maupun augmented reality tidak salah, jadi risetnya cukup maksimal,” ujarnya.

Sebelumnya, BPNB DIY juga sudah menerbitkan lima buku cerita bergambar. “Pada 2019 kami bikin juga tapi belum dilengkapi augmented reality, ini kami tingkatan inovasinya agar anak-anak semakin menggemari pelestarian budaya," katanya.

BACA JUGA: Orang Merokok Sembarangan di Malioboro Jogja Bisa Didenda Rp7 Juta

Pamong Budaya Ahli Madya Ernawati Purwaningsih yang mengoordinasi penerbitan tersebut menjelaskan selain cerita rakyat, tema yang diambil juga terkait tokoh sejarah. “Buku ini kami kirimkan ke berbagai perpustakaan, sekolah, dan tempat anak lainnya agar bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata dia, Selasa siang.

Selain bentuk fisik, buku juga dapat dimiliki secara lunak dengan diunduh di laman BPNB DIY. “Tujuannya agar literasi terkait kebudayaan juga tumbuh di kalangan anak-anak,” ujarnya.

Advertisement

BPNB DIY mulai 1 November kemarin sudah melebur jadi Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah 10. Baik Erni maupun Ratna berharap program penerbitan buku cerita bergambar dapat terus dilakukan. “Karena ini program yang strategis dalam pelestarian budaya terutama yang sasarannya anak-anak,” kata Erni.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mahasiswa UGM Sukses Gelar Gerakan Cinta Lingkungan dan Sadar Konservasi di Desa Wisata Nglanggeran

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement