Bantul Hapus Denda PBB-P2, Tunggakan 1994-2025 Bebas Sanksi
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja berupaya menggencarkan sosialisasi dan penguatan surveilans guna mencegah penyakit polio di wilayahnya.
Diketahui, setelah sekian lama, penyakit polio kembali teridentifikasi di Pidie, Aceh. Bahkan pemerintah setempat telah menetapkan Kejadian Luar Biasa Polio sejak 19 November 2022.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Jogja, Endang Sri Rahayu mengatakan, temuan polio di Pidie, Aceh membuat pihaknya kembali menggencarkan edukasi dan sosialisasi berkaitan dengan pentingnya imunisasi polio sejak dini.
Sampai saat ini sebanyak 80% anak telah mendapatkan imunisasi polio. "Dengan adanya temuan polio kami perkuat lagi sosialisasi khususnya mengenai lumpuh layu dan mereka yang belum mengakses imunisasi," katanya, Jumat (25/11/2022).
Endang menjelaskan, secara umum anak di Kota Jogja sudah mengakses layanan imunisasi polio. Beberapa tinggal melengkapi karena ada yang baru mendapatkan imunisasi polio sekali atau dua kali saja. Namun, begitu masih ada beberapa anak yang belum sama sekali mengakses layanan tersebut. "Iya [ada yang belum sama sekali mengakses imunisasi polio]. Tetapi secara umum belum lengkap saja dan tinggal melengkapi," kata dia.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Raih 2 Penghargaan Sekaligus di Ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2022
Endang menambahkan selain pada penyakit polio, antisipasi juga dilakukan untuk mencegah penyakit lumpuh layu di wilayah setempat.
Kedua penyakit ini memang memiliki gejala yang sama, tetapi membutuhkan pengecekan laboratorium untuk mengetahui jenis penyakitnya.
"Gejalanya sama, tapi untuk memastikan apakah itu polio atau tidak itu lewat uji lab dengan pemeriksaan tinja. Jadi dilihat apakah ada virus polio atau tidak. Sampai saat ini belum ada kasus lumpuh layu di Jogja," kata Endang.
Dia menjelaskan, lumpuh layu pada dasarya bisa terjadi pada beberapa penyakit selain polio. Salah satunya adalah Guillans Barre Syndrome (GBS).
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Bagi warga yang mempunyai bayi disarankan untuk melengkapi imunisasi polio sebanyak empat kali sampai anak usia empat bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.