Advertisement

Waspada Potensi Bencana Alam di DIY Dua Bulan ke Depan!

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 01 Desember 2022 - 14:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Waspada Potensi Bencana Alam di DIY Dua Bulan ke Depan! Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono (mengenakan topi) meninjau lokasi banjir yang merendam area persawahan di Dusun Semenu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Minggu (8/3/2020). - Istimewa/Dokumen Kecamat Semanu

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Potensi bencana hidrometeorologi akan banyak terjadi selama dua bulan ke depan. Gubernur DIY diminta untuk menetapkan status siaga darurat seiring bermunculan bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah ini.

Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan prediksi banyaknya bencana hidrometeorologi berdasarkan kondisi curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan cuaca ekstrem yang terjadi antara Januari hingga Februari 2023 mendatang. Oleh karena itu semua pihak, dari kabupaten kota sampai pada level kampung harus melihat potensi ancaman bencana sehingga dapat dilakukan antisipasi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Dalam berbagai kesempatan pertemuan kami selalu menyampaikan harus ada kesiapsiagaan kepada masyarakat, selain itu imbauan juga kami berikan lewat media sosial dan lainnya," katanya Rabu (30/11/2022).

Banyaknya bencana hidrometeorologi sudah mulai terasa akhir-akhir ini. Pada Rabu (30/11/2022) saja, banyak peristiwa yang terjadi di Gunungkidul akibat hujan sejak Rabu dini hari yang mengguyur hampir seluruh wilayah DIY. 

Baca juga: 10 Tahun Lagi, Risiko Serangan Jantung Bisa Dideteksi lewat Ronsen Dada

Seperti banjir Jembatan Wiladeg, Karangmojo; banjir di Sanggrahan, Ponjong; longsor di Gentungan, Karangmojo; bebatuan ambrol disertai pohon menghalangi separuh jalan di Pokcucak, hingga terjadinya luapan air masuk ke pemukiman di Karangmojo. 

Sementara di Bantul, teras rumah milik warga Dusun Sompok hancur akibat longsor yang terjadi pada Rabu, (30/11/2022). Warga tersebut merupakan orang tua dari Dukuh Sompok, Triyono.

Anggota Kampung Siaga Bencana Kebonagung, Slamet Sudiharjo, mengatakan longsor tersebut terjadi persisnya di Dusun Sompok RT 04, Kalurahan Sriharjo. “Semoga tidak hujan. Soalnya itu mengkhawatirkan, itu kena rumah. Jadi ada rumah, pas bagian teras itu longsor,” kata Slamet dihubungi pada Rabu, (30/11/2022).

Ajukan Status Siaga Darurat

Biwara mengatakan seiring dengan banyaknya bencana dan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, BPBD DIY telah mengajukan kepada Gubernur DIY untuk menetapkan status siaga darurat. Status tersebut berarti DIY meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Dengan status itu pula, jika ada peristiwa bencana dan membutuhkan respons cepat sehingga dapat menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT) di APBD DIY.

"Penetapan siaga darurat ini sudah kami ajukan ke Bapak Gubernur kami sudah berkirim surat. Karena kabupaten lain sudah menetapkan siaga darurat," katanya.

Ia mengatakan pengajuan penetapan status tersebut dengan mempertimbangkan telaah situasi dan kondisi bencana yang terjadi di DIY. Selain itu menjadikan prakiraan dari BMKG sebagai rujukan bahwa menurut prediksi bakal terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.

"Termasuk peristiwa bencana yang terjadi beberapa kali di kabupaten dan kota, ini menjadi alasan kami mengajukan penetapan status siaga darurat. Surat sudah kami sampaikan dan menunggu penetapan dari Bapak Gubernur," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Misterius! 3 Lumpang Batu Dipercaya Warga Simpan Harta Karun Emas

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 17:30 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement