Advertisement

Banjir Seleher Orang di Sitimulyo, Ini Rekomendasi BPBD Bantul

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 01 Desember 2022 - 17:57 WIB
Arief Junianto
Banjir Seleher Orang di Sitimulyo, Ini Rekomendasi BPBD Bantul Ilustrasi. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengusulkan pembangunan sudetan di Pagergunung I dan II, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul. Hal tersebut menindaklanjuti banjir yang terjadi pada Minggu (25/11/2022) lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yulis Herwanta mengatakan hujan deras yang terjadi dalam rentang waktu 1,5 jam membuat kawasan Pagergunung banjir hingga setinggi leher orang dewasa.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Itu juga menyebabkan talut di sungai [di Pagergunung] ambrol sekitar 20 hingga 30 meter,” kata Agus ditemui di kantornya pada Kamis, (1/12/2022).

Sembari menunggu dana Belanja Tidak Terduga (BTT) disetujui, BPBD Bantul telah membuat beronjong untuk talut tersebut. Ketika BPBD melakukan asesmen pada Senin (26/11/2022), maka diputuskan untuk membuat sekitar tiga sudetan untuk membuang air ke sungai untuk mengurangi volume air.

BACA JUGA: Duh...Lama Tinggal Wisatawan di Bantul Tak Sampai 2 Hari, Apa Penyebabnya?

Selain asesmen yang dilakukan di Pagergunung, BPBD Bantul juga melakukan asesmen untuk jembatan di Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret di hari yang sama.

Jembatan yang retak dan hanya diperkuat dengan lonjoran besi tersebut, kata Agus, sudah tidak layak untuk diperbaiki. “Usulan kami itu membuat jembatan baru menurut hasil asesmen. Itu beton soalnya. Kalau sudah retak, itu justru akan membebani jembatan itu sendiri,” katanya.

Selain itu, ketika terjadi banjir di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri pada hari Minggu lalu, early warning system (EWS) yang dipasang di jembatan tersebut mati. Karena itu, BPBD berencana membuat EWS manual untuk menandai kenaikan luapan air sungai atau banjir.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPKP Kabupaten Bantul, Budi Sardjono, mengatakan pihaknya sedang memperbaiki jalan putus di Jolo Sutro Piyungan dan gorong-gorong di Salakan Srandakan. “Itu sudah dalam proses [perbaikan] dan selesai, kira-kira, pertengahan bulan ini,” kata Budi ditemui di kantornya pada Kamis.

Kata Budi, perbaikan jalan putus tersebut memakan anggaran hingga Rp183 juta sementara perbaikan gorong-gorong memakan anggaran sekitar Rp60 juta.

Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir yang ikut dalam proses asesmen Senin lalu di Pagergunung, menegaskan bahwa saluran air di daerah tersebut tidak mampu menampung debit air.

“Ada juga gedung PAUD yang rusak di Pagergunung. Nanti kami ajukan lewat BTT. Kalau ada pembiayaan lebih lanjut, paling tidak kalau menggunakan APBD ya nanti di APBD perubahan 2023 atau 2024,” kata Jumakir.

Melalui Data BPBD Bantul, per 30 November 2022, ada lima kejadian tanah longsor yang semuanya terjadi antara pukul 06.30 WIB hingga 09.50 WIB.

Rinciannya, tiga kejadian longsor terjadi di Kalurahan Wonolelo, Pleret; satu di Mangunan, Dlingo; dan satu di Sriharjo, Imogiri. Tiga di antaranya berstatus membahayakan penghuni rumah apabila terjadi longsor lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tidak Ada Lagi Mie Setan dan Iblis, Ini Daftar Menu Baru Mie Gacoan

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement