Advertisement

Padat Karya Infrastruktur Atasi Genangan Air di Bantul

Media Digital
Selasa, 06 Desember 2022 - 20:37 WIB
Bhekti Suryani
Padat Karya Infrastruktur Atasi Genangan Air di Bantul Warga membangun jalan kampung melalui program padat karya infrastrktur 2022 di Dusun Manding Selatan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Bantul, beberapa waktu lalu. - Ist/Dok warga Manding Selatan

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Manding Selatan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantul dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat karena telah mengalokasikan salah satu program padat karya infrastruktur di dusun tersebut.

Dengan adanya program padat karya infrastruktur berupa pembangunan cor blok itu membuat jalan kampung yang dulunya menjadi langganan genangan air kini sudah teratasi, “Sudah lama jalan kampung ini kalau hujan terjadi genangan, sekarang sudah tidak lagi,” kata Ketua RT 06 Dusun Manding Selatan, Agus Giyantoro, Selasa (6/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Agus yang juga ketua kelompok pembangunan cor blok di jalan kampung mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama warga yang selama ini digunakan untuk keperluan kerja, berjualan, sekolah, dan sebagainya.

Jalan tersebut sebenarnya sudah dibangun oleh pemerintah sekitar 20 tahun lalu namun kembali rusak, banyak genangan air di beberapa titik sehingga mengganggu akses warga dalam melaksanakan aktivitas harian. Terkadang ketika terjadi genangan, sepeda motor atau pejalan kaki harus melipir sampai pinggir jalan untuk menghindari genangan yang terkadang sampai ketinggian mata kaki orang dewasa genangan airnya.

Melalui anggota DPRD Bantul Petrus Lanjar Wijiyono, warga Dusun Manding Selatan kemudian mengajukan program padat karya dan akhirnya disetujui berupa pembangunan jalan cor blok sepanjang sekitar 200 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketinggian 10 sentimeter. “Sebenarnya anggaran padat karya hanya cukup untuk 150 meter, tapi kita urunan swadaya masyarakat sehingga jalan yang dibangun sampai 200 meter panjangnya,” ujar Agus.

Warga tidak mempersoalkan adanya tambahan pekerjaan. Justeru warga merasa senang karena jalan kampung kini menjadi bagus. Selain bermanfaat untuk kepentingan warga dalam memperlancar akses jalan kampung, warga juga mendapat keuntungan karena padat karya tersebut dikerjakan oleh warga sehingga warga mendapat bayaran setiap harinya sehingga warga yang menganggur cukup terbantu dengan adanya program tersebut.

Padat karya tersebut dikerjakan sejak 14 November lalu sampai 7 Desember, namun sebelum batas akhir jalan cor blok di Dusun Manding Selatan sudah jadi, “Pengecorannya sudah selesai, tinggal penyiraman dan pengembalian papan. Jalan juga sudah bisa dilewati,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui program padat karya infrastruktur melalui APBD Perubahan 2022 ini dilaksanakan di 59 titik dengan anggaran Rp5,9 miliar. Per titik atau per lokasi padat karya Rp100 juta. Program ini sudah berlangsung sejak 14 November lalu dan akan berakhir pada 7 Desember ini.

Dalam program tersebut semua yang mengerjakan adalah masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan bayaran atau upah setiap harinya. Adapun  upah atau disebut  Hari Orang Kerja (HOK) untuk anggota kelompok Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 dan ketua kelompok Rp90.000. Program  dilaksanakan selama 21 hari untuk  dan dikerjakan 1 kelompok terdiri 26 orang.

Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan dengan adanya kegiatan padat karya tersebut dapat menciptakan perluasan kesempatan kerja karena semua pekerjanya sebanyak 26 orang per lokasi adalah warga sekitar. Selain itu yang perencanaan dan mengerjakan adalah warga sehingga hasil infrastrykturnya juga dapat dirasakan oleh warga.

“Jadi masyarakat selain mendapat dukungan infrastruktur, juga mendapatkan  upah  dan terjadi penyerapan tenaga kerja,” katanya. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement