Advertisement

Carstensz Pyramid Membingkai Cerita Perempuan Mendaki Puncak Jaya

Galih Eko Kurniawan
Selasa, 03 Januari 2023 - 09:07 WIB
Galih Eko Kurniawan
Carstensz Pyramid Membingkai Cerita Perempuan Mendaki Puncak Jaya Bedah buku Carstensz Pyramid: Titik di 4884 MDPL

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Enda Kaban, penulis Carstensz Pyramid: Titik di 4884 MDPL, akan hadir di Toko Buku Gramedia Jogja membagikan ceritanya mendaki Puncak Jaya Papua.

Agenda itu akan digelar pada Jumat (6/1/2023) dalam sebuah acara bedah buku. Sebelum di Jogja, bedah buku dilangsungkan dalam peluncuran buku di Senayan Park, Ground Floor, pada Sabtu, 17 Desember 2022.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Enda mengungkapkan bukunya itu merupakan kisah nyata dari tim pendaki perempuan PT Freeport Indonesia untuk menaklukkan Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid pada 2016.

“Pendakian itu menjadi bagian dari peringatan HUT ke-45 Freeport Indonesia. Ini merupakan ekspedisi perempuan Indonesia pertama yang dilakukan sejak Freeport Indonesia pada 1972,” tuturnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa (3/1/2023).

Buku ini memberikan gambaran detail tentang medan dan jalur pendakian Puncak Jaya, disertai foto-foto pendakian yang diambil secara langsung oleh tim pendaki sehingga pembaca dapat ikut merasakan petualangan di puncak tertinggi di Indonesia itu.

Enda memaparkan kisah dalam buku ini berpusat pada sisi humaniora dirimya serta anggota tim pendaki lainnya. Mulai dari lika-liku emosi bahagia, sedih, takut sampai rasa bangga yang dirasakan tim pendaki dalam misi ekspedisi Puncak Jaya.

Dalam proses pendakian ini, banyak anggota tim pendaki merasa gagal karena cemoohan-cemoohan yang datang silih berganti hingga sempat mengurungkan mimpi besar mereka. Namun, jiwa pantang menyerah yang mereka miliki, mampu membawa mereka mendapatkan pelajaran hidup yang tidak dialami kebanyakan orang.

“Hanya ada satu hal yang membuat mimpi mustahil untuk dicapai, yakni ketakutan dan kegagalan. Ketika menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan berkonspirasi untuk membantu mencapainya. Tidak harus hadir secara langsung untuk mendapatkan pelajaran yang sama. Dengan membaca apa yang terjadi, tetap dapat belajar sesuatu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Peringati Satu Tahun Perlawanan, Warga Wadas Gelar Pentas Seni dan Dirikan Patung

News
| Kamis, 09 Februari 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement