Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, Gunungkidul – Pemkab Gunungkidul harus memutar otak untuk pemeliharaan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) di Kalurahan Logandeng, Playen.
Hal ini dikarenakan anggaran pemeliharaan yang diajukan melalui dana keistimewaan belum bisa disetujui karena proposal yang diajukan masih bersifat umum.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TBG, Eko Nur Cahyo membenarkan di 2023 belum ada anggaran untuk pemeliharaan TBG.
Bantuan anggaran yang diajukan ke Pemerintah DIY melalui danais belum bisa disetujui sehingga alokasinya belum ada.
Menurut dia, permasalahan muncul dikarenakan adanya perubahan petunjuk teknis untuk pengajuan danais. Pada tahun lalu, usulan yang diajukan bisa bersifat global dengan mengajukan nominal anggaran semata.
Namun, sambung Eko, untuk usulan di 2023 tidak bisa karena bantuan yang diajukan harus dilengkapi data rinci berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan yang akan dilakukan.
“Jadi belum bisa disetujui. Sedangkan untuk memperbaikinya waktunya sangat mepet,” katanya, Rabu (11/1/2023).
Menurut Eko, untuk rincian kegiatan pemeliharaan TBG yang diperlukan sedang dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP), selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani masalah kosntruksi. Rencananya usulan dana pemeliharaan akan diajukan dalam redesain Danais tahap I.
“Redesain Danais setiap tiga bulan sekali. Jadi, kami akan ajukan Maret 2023, sedangkan untuk Januari-Februari belum ada alokasi anggaran untuk pemeliharaannya,” katanya.
Disinggung mengenai pemeliharaan lain seperti mesin hingga pembayaran listrik, Eko mengaku tidak ada masalah karena sudah diusulkan secara rinci. Sebagai contoh, untuk listrik mendapatkan bantuan Rp1 miliar guna membayar selama satu tahun.
“Sama untuk pemeliharaan mesin-mesin sudah ada. Jadi, tidak ada masalah karena listrik di TBG dipastikan tetap bisa menyala karena alokasi anggaran sudah ada,” katanya.
Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, secara administrasi gedung TBG sudah diserah terimakan ke pemkab. Namun demikian, untuk pemeliharaan masih mendapatkan bantuan dari Pemerintah DIY.
Adapun dari sisi kemanfaatan hingga sekarang belum bisa dipergunakan secara umum. Pasalnya, penggunaan masih bersifat kegiatan yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.
“Ke depan memang ada target profit, inkubator perekonomian budaya. Sekarang sedang disusun naskah akademik tentang potensi Pendapatan dari TBG,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Megawati Soekarnoputri memimpin upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP dan mengajak peserta mendoakan korban gempa di NTT.
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.
Panjat pinang bukan hanya lomba seru di 17 Agustus. Di baliknya, ada sejarah panjang dari masa kolonial dan 5 filosofi hidup: gotong royong, persatuan, hingga p
Marc Marquez menyoroti tiga transfer paling menarik MotoGP 2027, yakni Pedro Acosta, Fabio Quartararo, dan Francesco Bagnaia di era baru 850 cc
Real Madrid bantai Schalke 3-0, Barcelona gilas Basel 5-2, dan Liverpool kalahkan Como 2-0 di uji coba pramusim. Mbappe, Adeyemi, dan Gakpo cetak gol. Simak sel