DBD di Gunungkidul Turun saat Kemarau, Warga Tetap Diminta Siaga
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, Gunungkidul – Pemkab Gunungkidul harus memutar otak untuk pemeliharaan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) di Kalurahan Logandeng, Playen.
Hal ini dikarenakan anggaran pemeliharaan yang diajukan melalui dana keistimewaan belum bisa disetujui karena proposal yang diajukan masih bersifat umum.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TBG, Eko Nur Cahyo membenarkan di 2023 belum ada anggaran untuk pemeliharaan TBG.
Bantuan anggaran yang diajukan ke Pemerintah DIY melalui danais belum bisa disetujui sehingga alokasinya belum ada.
Menurut dia, permasalahan muncul dikarenakan adanya perubahan petunjuk teknis untuk pengajuan danais. Pada tahun lalu, usulan yang diajukan bisa bersifat global dengan mengajukan nominal anggaran semata.
Namun, sambung Eko, untuk usulan di 2023 tidak bisa karena bantuan yang diajukan harus dilengkapi data rinci berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan yang akan dilakukan.
“Jadi belum bisa disetujui. Sedangkan untuk memperbaikinya waktunya sangat mepet,” katanya, Rabu (11/1/2023).
Menurut Eko, untuk rincian kegiatan pemeliharaan TBG yang diperlukan sedang dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP), selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani masalah kosntruksi. Rencananya usulan dana pemeliharaan akan diajukan dalam redesain Danais tahap I.
“Redesain Danais setiap tiga bulan sekali. Jadi, kami akan ajukan Maret 2023, sedangkan untuk Januari-Februari belum ada alokasi anggaran untuk pemeliharaannya,” katanya.
Disinggung mengenai pemeliharaan lain seperti mesin hingga pembayaran listrik, Eko mengaku tidak ada masalah karena sudah diusulkan secara rinci. Sebagai contoh, untuk listrik mendapatkan bantuan Rp1 miliar guna membayar selama satu tahun.
“Sama untuk pemeliharaan mesin-mesin sudah ada. Jadi, tidak ada masalah karena listrik di TBG dipastikan tetap bisa menyala karena alokasi anggaran sudah ada,” katanya.
Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, secara administrasi gedung TBG sudah diserah terimakan ke pemkab. Namun demikian, untuk pemeliharaan masih mendapatkan bantuan dari Pemerintah DIY.
Adapun dari sisi kemanfaatan hingga sekarang belum bisa dipergunakan secara umum. Pasalnya, penggunaan masih bersifat kegiatan yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.
“Ke depan memang ada target profit, inkubator perekonomian budaya. Sekarang sedang disusun naskah akademik tentang potensi Pendapatan dari TBG,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.
B50 resmi berlaku, tekan impor BBM namun berisiko picu krisis minyak goreng dan beban subsidi akibat harga CPO.