Advertisement

Gunungkidul Klaim Sukses Kendalikan Serangan Hama Pertanian

David Kurniawan
Rabu, 11 Januari 2023 - 23:47 WIB
Budi Cahyana
Gunungkidul Klaim Sukses Kendalikan Serangan Hama Pertanian Ilustrasi pengendalian hama. - Istimewa/Dokumen DPP Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim serangan hama di musim tanam pertama relatif terkendali. Total lahan yang ditanami padi mencapai 47.913 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan serangan hama meliputi walang sangit, tikus, hingga hama pengerek batang. Meski demikian, ia memastikan serangan masih di bawah ambang batas toleransi sehingga tidak mengancam produktivitas lahan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Masih aman dan bisa dikendalikan sehingga ancaman tidak meluas,” kata Rismiyadi, Rabu (11/1/2023).

BACA JUGA: Tinggalkan Motor 2 Hari, Mahasiswa UIN Jogja Mengaku Ikuti Burung dan Tersesat di Merapi

Dia memastikan upaya pengawasan lapangan terus dilakukan hingga masa panen tiba. Di masa tanam pertama ini ada lahan seluas 47.913 hektare yang ditanami padi.

Dia memperkirakan mulai akhir Januari hingga Februari 2022, Gunungkidul memasuki masa panen raya padi. “Mudah-mudahan panennya bisa optimal untuk mendukung ketahanan pangan di Gunungkidul,” katanya.

Rismiyadi mengakui ada sebagian wilayah yang terancam serangan hama burung pipit. Meski demikian, ia mengklaim potensi ancaman bisa ditekan. Selain karena masa tanam yang serentak, ancaman dapat dikurangi dengan pemasangan jaring di sawah. Plastik perak yang berkilauan juga dipasag guna menghalau serangan burung

“Serangan emprit juga relatif terkendali,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Akan Tetapkan Vaksin Booster Berbayar Rp100.000

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement