Advertisement
Warga Pleret Bantul Gelar Tradisi Wiwitan
Warga berdoa bersama dalama cara tradisi wiwitan di Mbulak Wikel, Dusun Tambalan, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Minggu (15/1/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan warga Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul menggelar tradisi wiwitan di Mbulak Wikel, Dusun Tambalan dan Gerjen, Kalurahan setempat, Minggu (15/1/2023). Tradisi tahunan tersebut digelar sebagai wujud syukur warga atas hasil bumi yang bagus.
Warga membawa ingkung, jajanan pasar, wajik, jadah, dan pisang raja ke mbulak atau area persawahan. Uba rampe tersebut kemudian didoakan oleh tokoh agama setempat dan dibagikan kepada yang hadir.
Advertisement
Pengelola Mbulak Wikel, Slamet Raharjo, mengatakan sebagian besar warga masyarakat Tambalan dan Gerjen berpencaharian sebagai petani. Oleh sebab itu, untuk mensyukuri nikmat Tuhan, warga menggelar tradisi wiwitan atau doa bersama sebelum panen.
Tradisi wiwitan ini sebagai tanda dimulainya masa panen. Tahun ini merupakan keberkahan tersendiri karena hasil panen dirasa memuaskan, sehingga sebagai wujud syukur mereka melakukan sedekah dengan cara membagikan sego wiwit ke masyarakat. “Harapannya dengan tradisi ini penanaman berikutnya lebih bagus lagi,” katanya.
Selain itu, tradisi wiwitan di Mbulak Wikel juga bagian dari menjaga tradisi sekaligus sebagai bagian dari mengenalkan wisata di Mbulak Wikel. Slamet menjelaskan Mbulak Wikel merupakan kata singkatan. Mbulak yang mempunyai arti persawahan, dan Wilkel yang merupakan singkatan dari Wilayah Kelompok Tani.
“Mbulak Wilkel adalah suatu destinasi wisata berbasis agrowisata yang dikembangkan oleh Wilayah Kelompok Tani Manunggal Kalurahan Pleret,” katanya.
Dikutif dari laman Pleret.Id, Mbulak Wikel berada di hamparan persawahan yang cukup luas. Tempat ini menawarkan keindahan alami persawahan, wisata kuliner, serta terdapat juga ruas jalan yang rindang dengan tatanan di kiri kanan jalan pohon Munggur yang membentuk semacam gua.
Pengunjung bisa menikmati pemandangan berupa hamparan sawah dengan angin yang semilir sembari menikmati kuliner yang ada, di antaranya soto bathok, bubur, serta sego wiwit yang merupakan nasi khas budaya petani. Di Mbulak Wilkel disediakan fasilitas gubug-gubug yang digunakan pengunjung untuk duduk santai menikmati kuliner dan semilirnya angin sawah.
Lurah Pleret, Taufiq Kamal, mengatakan tradisi wiwitan sesuai dengan program pemerintah kalurahan yang ingin menjaga adat dan budaya di Pleret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- 157 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,9 Miliar
- 31 Perusahaan Diadukan Terkait THR di DIY, Baru 2 yang Sudah Bayar
- Mudik Naik Sepeda, Warga Bantul Tersasar ke Tol Purwomartani
- Sleman Tak Terapkan WFA, Pelayanan Publik Tetap Tatap Muka
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement








