Advertisement

BI Sebut Mayoritas Penduduk Jogja Bekerja, Tapi Kemiskinan Malah Naik

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 20 Januari 2023 - 16:27 WIB
Bhekti Suryani
BI Sebut Mayoritas Penduduk Jogja Bekerja, Tapi Kemiskinan Malah Naik Ilustrasi kemiskinan. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA– Bank Indonesia (BI) menilai dengan menggunakan indikator Produk Domestik Bruto (PDRB) untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, DIY telah memasuki masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Yogyakarta Budiharto Setyawan mengatakan akumulasi PDRB DIY Triwulan I hingga Triwulan III 2022 atas dasar konstan telah berada pada level Rp83,58 triliun atau meningkat 4,68% (ctc) dibandingkan akumulasi PDRB Triwulan I hingga Triwulan III 2021.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Level PDRB dimaksud bahkan telah melampaui akumulasi PDRB triwulan yang sama tahun 2019 sebesar Rp74,79 triliun. Apabila pencapaian tersebut digunakan sebagai ukuran keberhasilan, maka DIY menjadi salah satu provinsi yang mengalami pemulihan tercepat di Indonesia," kata Budi melalui rilisnya, Jumat (20/1/2023).

Berdasarkan rilis BPS 13 Januari 2023, secara tahunan (September 2021 ke September 2022) persentase penduduk miskin DIY menurun dari 11.91% menjadi 11,49%. Penurunan angka kamiskinan secara tahunan, kata Budi, disebabkan penurunan persentase kemiskinan di perkotaan dari 11,20% menjadi 10,64% sementara di pedesaan meningkat dari 13,99% di September 2021 menjadi 14% di September 2022.

Meski demikian, lanjut Budi, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2022, persentase penduduk miskin di DIY meningkat dari 11,34% menjadi 11,49%. Peningkatan persentase penduduk miskin terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Diperkotaan naik dari 10.56% menjadi 10,64% sementara di perdesaan meningkat dari 13,65% menjadi 14%. "Peningkatan ini selaras dengan yang terjadi secara nasional," katanya.

Dalam pengukuran kemiskinan, lanjut Budi, BPS telah merilis beberapa indikator. Berdasarkan indikator tersebut, meskipun pertumbuhan ekonomi DIY tergolong sangat baik, namun indikator garis kemiskinan yang mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup selama sebulan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun di pedesaan.

"Terkait indikator kemiskinan ini, kami telah melakukan asesmen. Beberapa hal penting dari hasil asesmen yang dapat kami sampaikan," katanya.

BACA JUGA: Mau Imlekan di Jogja? Ini Sederet Mal yang Menghadirkan Pertunjukan Barongsai

Dijelaskan Budi, mayoritas masyarakat di DIY telah memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Tingkat pengangguran di DIY berkisar 4,06% (Agustus 2022), dinilai Budi tergolong sangat baik karena jauh berada di bawah rata-rata nasional 5,86% (Agustus 2022). "Bila dilihat dari struktur lapangan pekerjaan, mayoritas pekerjaan masyarakat DIY adalah UMKM dan didominasi oleh tenaga kerja sektor informal yang mencapai 53,38% pada Agstus 2022," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

AP I Mengaku Belum Terima Info soal Pengurangan Jumlah Bandara Internasional

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement