Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA– Bank Indonesia (BI) menilai dengan menggunakan indikator Produk Domestik Bruto (PDRB) untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, DIY telah memasuki masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.
Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Yogyakarta Budiharto Setyawan mengatakan akumulasi PDRB DIY Triwulan I hingga Triwulan III 2022 atas dasar konstan telah berada pada level Rp83,58 triliun atau meningkat 4,68% (ctc) dibandingkan akumulasi PDRB Triwulan I hingga Triwulan III 2021.
"Level PDRB dimaksud bahkan telah melampaui akumulasi PDRB triwulan yang sama tahun 2019 sebesar Rp74,79 triliun. Apabila pencapaian tersebut digunakan sebagai ukuran keberhasilan, maka DIY menjadi salah satu provinsi yang mengalami pemulihan tercepat di Indonesia," kata Budi melalui rilisnya, Jumat (20/1/2023).
Berdasarkan rilis BPS 13 Januari 2023, secara tahunan (September 2021 ke September 2022) persentase penduduk miskin DIY menurun dari 11.91% menjadi 11,49%. Penurunan angka kamiskinan secara tahunan, kata Budi, disebabkan penurunan persentase kemiskinan di perkotaan dari 11,20% menjadi 10,64% sementara di pedesaan meningkat dari 13,99% di September 2021 menjadi 14% di September 2022.
Meski demikian, lanjut Budi, jika dibandingkan dengan posisi Maret 2022, persentase penduduk miskin di DIY meningkat dari 11,34% menjadi 11,49%. Peningkatan persentase penduduk miskin terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Diperkotaan naik dari 10.56% menjadi 10,64% sementara di perdesaan meningkat dari 13,65% menjadi 14%. "Peningkatan ini selaras dengan yang terjadi secara nasional," katanya.
Dalam pengukuran kemiskinan, lanjut Budi, BPS telah merilis beberapa indikator. Berdasarkan indikator tersebut, meskipun pertumbuhan ekonomi DIY tergolong sangat baik, namun indikator garis kemiskinan yang mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup selama sebulan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun di pedesaan.
"Terkait indikator kemiskinan ini, kami telah melakukan asesmen. Beberapa hal penting dari hasil asesmen yang dapat kami sampaikan," katanya.
BACA JUGA: Mau Imlekan di Jogja? Ini Sederet Mal yang Menghadirkan Pertunjukan Barongsai
Dijelaskan Budi, mayoritas masyarakat di DIY telah memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Tingkat pengangguran di DIY berkisar 4,06% (Agustus 2022), dinilai Budi tergolong sangat baik karena jauh berada di bawah rata-rata nasional 5,86% (Agustus 2022). "Bila dilihat dari struktur lapangan pekerjaan, mayoritas pekerjaan masyarakat DIY adalah UMKM dan didominasi oleh tenaga kerja sektor informal yang mencapai 53,38% pada Agstus 2022," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Sri Sultan HB X menegaskan AI di industri asuransi harus menjaga martabat manusia. OJK menyebut AI hanya menjadi alat bantu profesional.
DPR meminta Polri memperkuat pemberantasan judi online setelah PPATK mencatat 467,32 juta transaksi judol pada semester I 2026.
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
SPPG Jatisarono, Nanggulan, dihentikan sementara usai dugaan keracunan MBG yang menyebabkan sekitar 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami mual dan diare.