PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ilustrasi rekayasa lalu lintas-Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman melakukan rekayasa lalu lintas (Lalin) di sejumlah titik. Rekayasa ini dilakukan setelah menerima masukan dari warga dan digelarnya forum lalu lintas beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono mengatakan rekayasa lalin dilakukan di Jalan Wates km 8 dengan memasang water barrier. Lalu di Jalan Tetuko, Godean dipasang rambu batas kecepatan karena di lokasi rawan kecelakaan.
"Udah dilakukan itu [pemasangan lalin] melalui forum lalu lintas. Untuk 2023 ini sudah kami mulai [pemasangan rambu]. Dalam forum lalu lintas kami juga mendatangkan masyarakat, Polresta, Dirlantas, PU, dan stakeholder setempat," ucapnya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/1/2023).
Dia menjelaskan ada warga yang berinisiatif bersurat kepada Dishub Sleman terkait kondisi lalin. Setelah itu ditindaklanjuti dengan memasang rambu yang mana titik-titiknya Dishub yang menentukan.
Rekayasa lalin juga dilakukan di Jembatan Boyong, yang mestinya khusus untuk roda dua, namun kini dilewati roda empat. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. "Selama ini palangnya dilepas kayak gitu. Yang dibatasi mobil dikembalikan ke semula."
Selain pemasangan rambu, rekayasa lalin juga akan dilakukan di simpang kampus UPN 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY). Simpang yang berada di belakang kampus akan dibuat melingkar. Terkait kapan akan diterapkan Bambang belum bisa menyampaikan karena masih akan dirapatkan.
"Saya belum berani komen, meski sudah tak catat dalam agenda. Nanti setelah mengundang rapat [disampaikan]."
Lebih lanjut dia mengatakan Dishub Sleman akan melakukan evaluasi di simpang-simpang yang terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Apakah lalu lintas berjalan dengan baik, atau justru terjadi kemacetan. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan management apa yang akan diambil.
BACA JUGA: Polres Bantul Akan Gelar Operasi Keselamatan Progo 2 Pekan, Catat Tanggalnya!
"Ini baru 20 Januari, belum banyak yang kami lakukan. Tapi merancang-ranang dulu. Nanti dirancang-rancang dalam artian mana-mana daerah yang terjadi kemacetan, rawan kecelakaan, dan lainnya," jelasnya.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengatakan forum lalu lintas telah dilaksanakan pada pekan lalu. Beberapa hal dibahas di dalam forum ini. "[seperti] membahas jembatan gantung Kali Boyong dan Jalan Wates Km 5 - Km 9," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Manchester City juara Piala FA 2026 usai mengalahkan Chelsea 1-0. Pep Guardiola mencetak rekor baru dan memastikan double winner domestik.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.