Polda DIY Bangun Sumur Bor dan Salurkan Air Bersih di Gunungkidul
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Ilustrasi rekayasa lalu lintas-Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman melakukan rekayasa lalu lintas (Lalin) di sejumlah titik. Rekayasa ini dilakukan setelah menerima masukan dari warga dan digelarnya forum lalu lintas beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Bambang Sumedi Laksono mengatakan rekayasa lalin dilakukan di Jalan Wates km 8 dengan memasang water barrier. Lalu di Jalan Tetuko, Godean dipasang rambu batas kecepatan karena di lokasi rawan kecelakaan.
"Udah dilakukan itu [pemasangan lalin] melalui forum lalu lintas. Untuk 2023 ini sudah kami mulai [pemasangan rambu]. Dalam forum lalu lintas kami juga mendatangkan masyarakat, Polresta, Dirlantas, PU, dan stakeholder setempat," ucapnya kepada Harianjogja.com, Jumat (20/1/2023).
Dia menjelaskan ada warga yang berinisiatif bersurat kepada Dishub Sleman terkait kondisi lalin. Setelah itu ditindaklanjuti dengan memasang rambu yang mana titik-titiknya Dishub yang menentukan.
Rekayasa lalin juga dilakukan di Jembatan Boyong, yang mestinya khusus untuk roda dua, namun kini dilewati roda empat. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. "Selama ini palangnya dilepas kayak gitu. Yang dibatasi mobil dikembalikan ke semula."
Selain pemasangan rambu, rekayasa lalin juga akan dilakukan di simpang kampus UPN 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY). Simpang yang berada di belakang kampus akan dibuat melingkar. Terkait kapan akan diterapkan Bambang belum bisa menyampaikan karena masih akan dirapatkan.
"Saya belum berani komen, meski sudah tak catat dalam agenda. Nanti setelah mengundang rapat [disampaikan]."
Lebih lanjut dia mengatakan Dishub Sleman akan melakukan evaluasi di simpang-simpang yang terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Apakah lalu lintas berjalan dengan baik, atau justru terjadi kemacetan. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan management apa yang akan diambil.
BACA JUGA: Polres Bantul Akan Gelar Operasi Keselamatan Progo 2 Pekan, Catat Tanggalnya!
"Ini baru 20 Januari, belum banyak yang kami lakukan. Tapi merancang-ranang dulu. Nanti dirancang-rancang dalam artian mana-mana daerah yang terjadi kemacetan, rawan kecelakaan, dan lainnya," jelasnya.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengatakan forum lalu lintas telah dilaksanakan pada pekan lalu. Beberapa hal dibahas di dalam forum ini. "[seperti] membahas jembatan gantung Kali Boyong dan Jalan Wates Km 5 - Km 9," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Raperda toko swalayan Bantul kembali dibahas, fokus atur jarak, izin, dan perlindungan UMKM agar usaha tetap seimbang.
Rupiah stagnan di Rp17.995 per dolar AS, berpotensi melemah dipicu sentimen global dan rilis notulen The Fed.
Harga emas Pegadaian terbaru, Galeri24 naik ke Rp2.653.000 per gram, UBS menguat, Antam stagnan.