25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Aktivitas jual beli di Pasar Argosari, Wonosari. Senin (24/1/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Minyak goreng bersubsidi dengan merek dagang milik Kementerian Perdagangan, Minyakita mulai langka di pasaran tradisional Gunungkidul. Akibatnya harga jual mengalami kenaikan dan dipasarkan di kisaran harga Rp16.000-17.000 per liternya.
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Fajar Faudin mengatakan, Minyakita merupakan minyak goreng kemasan sederhana yang disubsidi Pemerintah Pusat. Di setiap kemasannya ada harga jual sebesar Rp14.000 per liter.
“Ini sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” katanya saat ditemui di area pasar, Senin (24/1/2023).
BACA JUGA : Harga Minyak Goreng Curah di Bantul Sudah Normal
Meski demikian, untuk saat ini Minyakita susah ditemukan karena stok dari distributor yang terbatas. Kondisi ini mengakibatkan kenaikan harga jual. Ia mengaku menjual minyak kemasan ini seharga Rp16.000 per liternya.
“Belinya dari distributor juga sudah tinggi, Rp15.000 per liternya. Jadi, tidak mungkin menjual sesuai dengan HET, jelas merugi sehingga harus menyesuaikan,” katanya.
Disinggung mengenai naiknya harga jual, Fajar mengaku tidak tahu menahu. Namun, sambung dia, ada informasi tentang dicabutnya subsidi oleh pemerintah.
“Ya kalau benar dicabut, tapi kenapa di kemasan masih tertulis harga Rp14.000 per liter,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sudarti, pedagang kelontong di Pasar Candirejo, Semin. Menurut dia, minyak goreng kemasan merek Minyakita sulit didapatkan karena jatah dari distributor yang berkurang. “Sudah coba cari untuk stok penjualan, tapi sulit mendapatkannya,” kata Sudarti.
BACA JUGA : Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Kembali ke Setelan
Ia mengakui dengan sedikitnya stok maka memasarkan dengan harga Rp17.000 per liternya. “Sudah hampir satu bulan kelangkaannya. Sebagai gantinya, saya memperbanyak penjualan untuk minyak goreng curah yang stoknya mudah didapatkan,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro saat dikonfirmasi membenarkan bahwa minyak goreng Minyakita paling banyak dicari oleh masyarakat. Meski demikian, untuk stok barang terhitung langka yang mengakibatkan harga jual diatas HET.
“Berdasarkan pantauan dijual Rp16.000 per liter. Padahal HET di pasaran Rp14.000 per liter,” katanya.
Dia menjelaskan, Minyakita merupakan merek dagang dari Kementerian Perdagangan. Meski demikian, untuk produksinya juga melibatkan perusahaan swasta. “Untuk harga terus kami pantau dan hasilnya dilaporkan ke kementerian melalui Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Kecelakaan truk dan pikap bermuatan lele terjadi di Jalan Wonosari Km 12 Piyungan, Bantul. Empat orang jadi korban, dua meninggal.
Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang saat aksi unjuk rasa di Jakarta. Mereka kedapatan membawa petasan, flare, dan botol untuk molotov.
BYD Indonesia mencatat lebih dari 4.000 SPK di GIIAS 2026. M6 DM menyumbang lebih dari 850 SPK atau sekitar 20%.
Sidang perdana Little Aresha mengungkap dugaan kekerasan terhadap anak, termasuk kepala anak yang disebut ditenggelamkan ke bak mandi.
Anggaran pendidikan RI 2027 mencapai Rp820,9 triliun. Simak perbandingan rasio pendidikan Indonesia dengan negara ASEAN.