Advertisement
Dua Hari, Dua Hoaks Penculikan Anak Beredar di Gunungkidul dan Nyaris Makan Korban
Ilustrasi penculikan anak. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polres Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak mudah percaya isu penculikan anak agar tidak termakan hoaks. Dalam kurun dua hari, ada dua orang yang dituduh menjadi penculik anak, padahal bukan.
Kasus pertama terjadi di Kalurahan Gari, Wonosari pada Sabtu (28/1/2023). Isu penculikan beredar karena ada orang yang sedang menengok tanah perkarangan, tapi oleh warga dikira mau menculik anak.
Advertisement
Kasus kedua terjadi pada Minggu (29/1/2023) siang. Pria paruh baya berinisial LM, 58, asal Madiun Jawa Timur nyaris jadi bulan-bulan warga di Kalurahan Krambilsawit, Saptosari.
Orang tak dikenal ini pun digelandang ke Mapolsek Saptosari. Video pengamanan LM yang dikelilingi massa beredar luas di masyarakat.
Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Suryanto memastikan kabar penculikan anak di Saptosari tidak benar. Setelah diperiksa, ternyata LM adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “KTP-nya sempat diminta, petugas polsek langsung menghubungi tempat asal LM dan ternyata ada keterangan kalau mengalami gangguan kejiwaan,” kata Suryanto kepada wartawan, Senin (30/1/2023).
BACA JUGA: Waspada, Hoaks Wajah Penculik Anak Beredar di Grup Whatsapp Warga Jogja
Dia menjelaskan, kecurigaan warga mencuat karna gerak-gerik dari LM yang dinilai tidak wajar. Terlebih lagi, warga juga tidak mengenalnya karena berasal dari luar Saptosari.
“Mungkin curiga terus diamankan. Tapi, setelah diperiksa ternyata ODGJ,” katanya.
Suryanto menambahkan, hoaks penculikan anak merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua hari. “Sebelumnya di Kalurahan Gari Wonosari. Tapi ternyata yang diduga mau menculik anak merupakan warga Gari yang telah lama merantau, pulang untuk melihat tanah perkarangan miliknya,” katanya.
BACA JUGA: Marak Kabar Penculikan Anak di Gunungkidul, Ini Faktanya
Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono membenarkan bahwa ada isu penculikan anak di wilayahnya. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak benar karena proses klarifikasi telah dilakukan.
“Ternyata yang dikira mau menculik anak adalah penyandang ODGJ,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas kabar penculikan anak. “Waspada boleh, tapi harus dicari tahu dulu kebenarannya seperti apa. Sebab, kalau langsung bertindak malah bisa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
- Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
- Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
- Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
- Armada Kebersihan Malioboro Tak Berhenti Berputar Selama Libur Lebaran
Advertisement
Advertisement






