TPST Wukirsari Gunungkidul Ditargetkan Mulai Dibangun Awal 2027
Dokumen TPST Wukirsari Gunungkidul rampung. Lelang ditargetkan Oktober dan pembangunan diharapkan dimulai awal 2027.
Ilustrasi penculikan anak./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polres Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak mudah percaya isu penculikan anak agar tidak termakan hoaks. Dalam kurun dua hari, ada dua orang yang dituduh menjadi penculik anak, padahal bukan.
Kasus pertama terjadi di Kalurahan Gari, Wonosari pada Sabtu (28/1/2023). Isu penculikan beredar karena ada orang yang sedang menengok tanah perkarangan, tapi oleh warga dikira mau menculik anak.
Kasus kedua terjadi pada Minggu (29/1/2023) siang. Pria paruh baya berinisial LM, 58, asal Madiun Jawa Timur nyaris jadi bulan-bulan warga di Kalurahan Krambilsawit, Saptosari.
Orang tak dikenal ini pun digelandang ke Mapolsek Saptosari. Video pengamanan LM yang dikelilingi massa beredar luas di masyarakat.
Kasi Humas Polres Gunungkidul AKP Suryanto memastikan kabar penculikan anak di Saptosari tidak benar. Setelah diperiksa, ternyata LM adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “KTP-nya sempat diminta, petugas polsek langsung menghubungi tempat asal LM dan ternyata ada keterangan kalau mengalami gangguan kejiwaan,” kata Suryanto kepada wartawan, Senin (30/1/2023).
BACA JUGA: Waspada, Hoaks Wajah Penculik Anak Beredar di Grup Whatsapp Warga Jogja
Dia menjelaskan, kecurigaan warga mencuat karna gerak-gerik dari LM yang dinilai tidak wajar. Terlebih lagi, warga juga tidak mengenalnya karena berasal dari luar Saptosari.
“Mungkin curiga terus diamankan. Tapi, setelah diperiksa ternyata ODGJ,” katanya.
Suryanto menambahkan, hoaks penculikan anak merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua hari. “Sebelumnya di Kalurahan Gari Wonosari. Tapi ternyata yang diduga mau menculik anak merupakan warga Gari yang telah lama merantau, pulang untuk melihat tanah perkarangan miliknya,” katanya.
BACA JUGA: Marak Kabar Penculikan Anak di Gunungkidul, Ini Faktanya
Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono membenarkan bahwa ada isu penculikan anak di wilayahnya. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak benar karena proses klarifikasi telah dilakukan.
“Ternyata yang dikira mau menculik anak adalah penyandang ODGJ,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas kabar penculikan anak. “Waspada boleh, tapi harus dicari tahu dulu kebenarannya seperti apa. Sebab, kalau langsung bertindak malah bisa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dokumen TPST Wukirsari Gunungkidul rampung. Lelang ditargetkan Oktober dan pembangunan diharapkan dimulai awal 2027.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 31 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 31 Agustus 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 31 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 31 Agustus 2026 tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB. Simak jadwal tiap stasiun.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.