28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA—Dokumen pengajuan penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia oleh Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangas atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) hampir beres untuk dikirim ke Paris, Prancis.
September nanti sidang penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia akan digelar di Riyadh, Arab Saudi. Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan DIY Dian Laksmi Pratimi menyampaikan jawatannya menargetkan sebelum 28 Februari 2023, dokumen untuk sidang penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia telah berada di Paris.
“Paling lambat minggu ketiga [Februari 2023], posisinya sudah di Jakarta. 28 Februari [2023] sudah terkirim,” katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (3/2/2023).
Setelah beberapa waktu lalu tim penilai dari UNESCO datang ke Jogja, Disbud DIY terus melakukan review terhadap dokumen pengajuan tersebut.
“Setelah itu [Tim Penilai dari UNESCO datang ke Jogja] banyak sekali proses secara virtual, proses surat menyurat dan juga online. Itu cukup banyak upaya yang harus kami lakukan, karena tidak semata menyangkut areanya, tetapi kesiapan masyarakat, kelembagaannya, dan hubungan dengan kementerian pusat,” paparnya.
Dian menyampaikan, saat ini dokumen tersebut hampir final, hanya tinggal perbaikan teknis, seperti perbaikan peta, kejelasan nilai penting sumbu filosofi, serta pengelolaannya. Dian menyampaikan dalam rencana pengelolaan Sumbu Filosofi, perlu kerja sama antarpemerintah daerah di lintas kabupaten/kota yang dilintasi sumbu filosofi.
Dokumen pengajuan tersebut terdiri dari dokumen dossier dan manajemen Sumbu Filosofi. Nantinya, dokumen tersebut akan menjadi pertimbangan dalam sidang penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia di Riyadh, Arab Saudi, pada September 2023.
BACA JUGA: Asyik..Rute Bus Jogja Heritage Track Akan Ditambah Tak Hanya Seputar Sumbu Filosofi
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Hilmar Farid bertandang ke Pemda DIY untuk membahas persiapan pengajuan Sumbu Filosofi DIY menjadi warisan budaya dunia. Dia menyampaikan, nominasi Sumbu Filosofi Jogja akan dibahas dalam sidang komite warisan budaya dunia UNESCO pada September 2023.
“Kami lapor ke Gubernur DIY, persiapannya sampai dimana. Nanti mohon berkenan untuk ikut hadir di Riyadh, Saudi Arabia,” katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan belum dapat memastikan kehadirannya dalam sidang penetapan tersebut. “Saya belum bisa memastikan hadir atau tidak [saat sidang],” katanya.
Meski belum dapat memastikan kehadirannya, Sultan HB X berharap pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia berhasil. “Harapan saya ya gol. Syukur bisa memperkuat pada waktu ada di sana [saat sidang penetapan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.