Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul menilai antusias warga untuk bekerja di luar negeri terhitung tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pemberangakatan di 2022 lalu.
Total ada 117 orang yang berangkat ke luar negeri. Adapun lokasi tujuan dari pekerja migrant asal Gunungkidul meliputi kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, ada juga dengan tujuan Jepang, Korea Selatan, New Zeland hingga kawasan Eropa.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Tauviq Nur Hidayat mengatakan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) sempat terhenti karena adanya pandemi Corona. Namun demikian, mulai tahun lalu kembali dilaksanakan pemberangkatan ke luar negeri. “Untuk 2023 belum ada yang berangkat,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/2/2023).
Meski demikian, ia mengakui pada 2022 lalu ada sebanyak 117 pekerja migran asal Gunungkidul yang berangkat ke luar negeri. Jumlah ini diketahui melalui surat rekomendasi pengurusan paspor untuk pemberangkatan yang dikeluarkan dinas.
“Untuk pemberangkatan yang mengurusi perusahaan tempat para pekerja bernaung. Tetapi, kami ikut berperan dalam mengeluarkan rekomendasi untuk akomodasi keberangkatan,” katanya.
BACA JUGA: Disnakertrans Bantul Berangkatkan 171 Pekerja Migran
Menurut dia, tingginya minat warga Gunungkidul bekerja ke luar negeri bukan menjadi hal yang harus diperdebatkan. Tavufiq berdalih keputusan tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan. “Yang terpenting lewat jalur resmi sehingga tidak bermasalah,” ungkapnya.
Ditambahkan Taufiq, untuk memastikan tidak ada masalah di luar negeri, pada saat mengurus rekomendasi, perusahaan atau penyedia jasa juga menghadirkan calon pekerja ke dinas. Selain itu, juga menghadirkan keluarga guna memastikan keberangkatan tidak atas keputusan sendiri.
“Kami juga mengecek cek riwayat perusahaan yang bersangkutan ke laman milik Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Tujuannya memastikan perusahaan itu tidak bermasalah,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta tidak mempermasalahkan adanya warga yang bekerja sebagai pekerja migrant di luar negeri. Pasalnya, keputusan tersebut merupakan hak dari masing-masing individu.
“Itu pilihan mau kerja di Gunungkidul, luar daerah atau luar negeri merupakan pilihan masing-masing warga. Jadi, saya tidak mempermasalahkannya,” kata Sunaryanta.
Meski demikian, ia berharap kepada para pekerja migrant asal Gunungkidul untuk berhati-hati serta jangan berbuat yang aneh-aneh pada saat bekerja di luar negeri. “Jangan diri dan pendapatan yang diperoleh ditabung karena bisa menjadi modal usaha saat pulang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Kemnaker menyelidiki rumor PHK karyawan TikTok dan Tokopedia. Pemerintah pastikan telusuri fakta sebelum ambil langkah resmi.
Kecelakaan tragis di Thailand menewaskan 10 biksu setelah ditabrak mobil yang dikemudikan anak 11 tahun. Ini kronologi lengkapnya.
Perlindungan pekerja film di Jogja masih lemah. Raperda Perfilman DIY diharapkan atur kesejahteraan, BPJS, dan akses bioskop.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.