Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi pemilu./Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Brigade Joxzin keberatan dengan pemberitaan media nasional yang seolah-olah menarasikan kelompok tersebut sebagai akar klitih di Jogja. Berita tersebut dinilai bakal berpengaruh pada capaian suara pada Pemilu 2024 mendatang.
"Ini tahun politik, kalau sampai ada narasi seperti itu akan berpotensi menggembosi suara kami di Pemilu 2024," kata Ketua LBH Persatuan yang berafiliasi pada Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Hani Kuswanto, Senin (13/2/2033).
Hani menyebut, konten yang terdapat dalam berita dengan judul '2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-ZRUH dan JOXZIN, Akar Klitih Jogja?' tersebut mengangkat soal profil kelompok Joxzin yang berafiliasi dengan partai PPP. Belakangan, media bersangkutan sudah meralat berita tersebut dan memuat hak jawab dari Joxin.
Joxin menyayangkan redaksi yang tidak melakukan verifikasi terhadap informasi awal yang diperoleh kepada anggota maupun pengurus Joxzin. "Di situ disebut Joxzin berafiliasi dengan PPP. Itu kami, bukan yang lain. Kami anggap berita itu menarasikan kami sehingga sangat keberatan," kata dia.
Husni Fakhrurozi Muqodas, anggota Joxzin lainnya menyatakan, kondisi dan program-program kelompok itu sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan pada awal terbentuknya Joxin pada era Orde Baru. Akronim Joxzin, kata dia, bukan lagi yang duku dikenal oleh masyarakart luas berupa singkatan dari Joxo Zinthing atau Pojox Benzin.
"Joxzin sekarang itu sudah jauh beda dengan yang dulu, bukan lagi Pojox Benzin atau Joxo Zinthing, melainkan Jogja Islamic Never Die," kata dia.
Anggotanya pun kini lebih beragam. Husni menyebut beberapa personel Joxzin bahkan ada yang bekerja sebagai ulama dan menyabet sejumlah penghargaan dalam perlombaan pembacaan Al-Quran. Oleh karena itu, menurutnya pemberitaan yang menarasikan Joxzin sebagai akar dari kekerasan jalanan atau klitih di Jogja tidak berdasar.
"Coba besok dibalik yang diwawancarai itu klitih yang ketangkap dan tanya mereka Joxzin bukan? Kalau menemukan 10 pelaku klitih itu Joxzin mungkin itu fakta, tapi ini kan tanpa fakta. Tidak ada wawancara dengan pelaku klitih dan ternyata anggota Joxzin, kami ini juga banyak ulamanya lo jangan salah," ujar Husni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.