Regol Ayom Malioboro Akan Didesain Ulang, Ini Pertimbangannya
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman bersama instansi terkait telah melakukan kajian lalu lintas (Lalin) jelang rampungnya proyek Tol Jogja-Solo tahap satu. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman, Marjanto mengatakan kajian ini sudah dimulai sejak awal 2022.
Hasil dari rangkaian rapat yang digelar, menurutnya akan ada pos pantau untuk mengatur Lalin di exit tol yang padat. Polisi akan berjaga untuk mengurai kepadatan Lalin. Namun di mana saja lokasi pastinya belum ditentukan.
"Titiknya belum. Di mana saja titik terpadat baru bisa diketahui setelah operasi. Saat ini belum ada data tapi disiapkan titik-titik itu," ucapnya, Rabu (1/3/2023).
Tol Jogja-Solo ditargetkan rampung pada 2024 mendatang. Diperkirakan volume Lalin yang melintasi tol sepanjang 96,57 km ini sebanyak 22.481 kendaraan per hari. Menurutnya jika perkiraan ini tepat kendaraan ini akan terpecah di beberapa exit tol.
Kepadatan, kata Marjanto, mungkin saja terjadi pada saat libur panjang, libur akhir pekan, atau saat baru beroperasi karena ada euforia dari masyarakat. Meski demikian antisipasi tetap dilakukan. Koordinasi dilakukan dengan Dinas PU, Dispertaru, kepolisian dan lainnya.
"Masalah Lalin nya nanti di on off exit dan masuk. Rekayasa Lalin bisa situasional rembugannya dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan rekayasa Lalin yang telah dibahas adalah exit tol di RS Panti Rini Kalasan. Berdasarkan analisis banyak kendaraan yang keluar dari sini menuju ke Gunungkidul. Masukan kepada kontraktor telah disampaikan, untuk mengevaluasi u-turn di depan RS Panti Rini.
"Volume kendaraan yang keluar dan bercampur dengan kendaraan di Jalan Jogja-Solo harus ada pengaturan. Paling tidak ada rambu-rambu peringatan, ada exit tol dan perhatikan untuk putar balik."
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah diundang dan diberi pemahamanan tentang kondisi Lalin yang akan terjadi setelah beroperasinya tol. Bagaimana pengaturan untuk keluar masuk kendaraan pasien dan kendaraan dari tol agar tidak timbul masalah.
"Agar menjadi perhatian supaya tidak jadi permasalahan baru dan potensi kecelakaan," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jogjasolo Marga Makmur, Suchandra Paganda Hutabarat mengatakan pembebasan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulonprogo yang dibagi menjadi tiga tahap. Per 24 Februari 2023 pembebasan lahan untuk Tahap 1, Paket 1.1 telah mencapai 94,06 persen. Sedangkan untuk Paket 1.2 sebanyak 74,73 persen.
"Sedangkan untuk tahap II dan tahap III untuk saat ini masih belum dimulai dikarenakan masih pada proses Ijin Penetapan Lokasi di Tahap II."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.