Advertisement

Kasus LSD di Bantul Terus Merebak, Hampir 200 Kasus

Andreas Yuda Pramono
Jum'at, 10 Maret 2023 - 23:07 WIB
Bhekti Suryani
Kasus LSD di Bantul Terus Merebak, Hampir 200 Kasus Ilustrasi sapi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) yang menjangkiti sapi-sapi di Kabupaten Bantul terus bertambah. Terjadi penambahan kasus sebanyak 78 kasus, sehingga total kasus per 8 Maret 2023 mencapai 191 kasus.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan bahwa jumlah tersebut menyebar di 17 kapanewon.

Advertisement

“Kasus terbanyak ditemukan di Pajangan dengan 54 sapi terjangkit LSD, lalu disusul Sedayu dengan 30 sapi, kemudian Bambanglipuro dengan 27 sapi,” kata Joko dihubungi pada Jumat (10/3/2023).

Sementara di Kapanewon Bantul terdapat 16 sapi terjangkit LSD, lalu Kasihan dengan 15 sapi, dan Pundong dengan sembilan sapi. Tidak hanya itu, Kapanewon Dlingo dan Sewon, masing-masing, terdapat satu sapi terjangkit LSD. Dua sapi terjangkit di Jetis, tiga sapi di Kretek dan Piyungan, empat sapi di Pandak dan Sanden, lima sapi di Pleret dan Srandakan, enam sapi di Imogiri dan Banguntapan.

Joko mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan hewan ternak dengan memperhatikan kebersihan kandang. Selain itu juga tidak mencampur hewan ternak seperti sapi yang terjangkit LSD dengan sapi sehat lain.

“Terkait vaksin itu pokoknya baru turun 180. Padahal usulan kami 3.500. Karena itu masyarakat pokoknya harus menjaga kebersihan sanitasi, dan sapi sakit silakan dipisahkan dari rombongan. Pakai disinfektan juga,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Agus Riyadmadi mengatakan terdapat satu sapi yang mati di Kapanewon Bambanglipuro.

BACA JUGA: Resmi! Kemenag Tetapkan Biaya Haji Khusus 2023 Minimal Rp123 Juta

“Kematian sapi itu bukan efek langsung LSD. Kondisi tubuh sapi yang ngedrop, karena konsumsi nutrisi menurun dan menyebabkan nafsu makan turun membuat sapi mati,” kata Agus dihubungi pada Jumat (10/3/2023).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Gulirkan Pemberantasan Korupsi Lewat Pedesaan

News
| Jum'at, 19 Juli 2024, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement