Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya
Singapore Airlines memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai hingga 31 Mei 2026 akibat situasi geopolitik. Penumpang bisa dialihkan atau klaim refund.
Awan panas Gunung Merapi/Twitter BPBD DIY
Harianjogja.com, JAKARTA—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih fluktuatif.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan hingga Minggu (12/3/2023) pukul 15.30 WIB, terjadi 54 kejadian awan panas di Gunung Merapi.
"Saat ini aktivitas vulkanik masih fluktuatif, guguran masih terjadi dan beberapa kejadian terdengar dari pos pengamatan Gunung Merapi Babadan," ujar Agus, dikutip dari siaran pers, Minggu (12/3/2023).
Agus menambahkan hujan abu dilaporkan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Magelang, Boyolali, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara.
"Hujan abu yang terjadi dua hari ini cenderung mengarah ke arah barat laut karena memang anginnya mengarah ke sana dan yang terjauh dilaporkan hujan abu tipis di Banjarnegara sekitar 96 kilometer," ungkap Agus.
BACA JUGA: Abu Merapi Tidak Turun di Jogja dan Malah Menyebar ke Magelang Hingga Wonosobo, Ini Penyebabnya
Meski masih mengeluarkan erupsi, status Gunung Merapi masih tetap Siaga. Rekomendasi bahaya masih relevan dengan dengan kejadian erupsi saat ini.
"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," katanya.
Agus menjelaskan suplai magma baik dari dalam maupun dangkal masih berlangsung dan hal ini dapat memicu terjadinya awan panas di dalam potensi daerah bahaya. Awan panas dan guguran dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Saat ini, masih terjadi hujan dan endapan awan panas yang baru maupun yang lama masih ada ditambah lagi dengan hujan abu yang terjadi beberapa hari ini maka ini menjadikan potensi terjadinya lahar di hulu hulu sungai di sekitar Merapi. Hujan juga menimbulkan ketidakstabilan kubah lava karena kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari beraktivitas di daerah potensi bahaya itu terutama di alur-alur sungai dalam wilayah KRB ketika turun hujan di puncak Merapi," jelas Agus.
Selain kepada masyarakat sekitar, aparat desa diimbau untuk melakukan penguatan kapasitas guna menghadapi bencana baik di masa kini maupun mendatang.
"Dusun-dusun di KRB III termasuk di sektor barat-barat laut diimbau melakukan upaya penguatan kapasitas menghadapi bencana Gunung Merapi melalui persiapan sarana-prasarana, pelatihan simulasi-simulasi untuk menghadapi bencana Merapi saat ini atau di masa mendatang karena suplai magma masih berlangsung," ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.