Impor Aglaonema Masih Tinggi, ASA Dorong Produksi Lokal di Sleman
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL — Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul menjadi salah satu wilayah di Bantul yang rentan mengalami krisis air bersih, terutama saat musim kemarau.
Saat musim kering, lebih dari 60% warga Muntuk harus membeli bertangki-tangki air. Apabila dikonversi ke rupiah, warga Muntuk telah menghabiskan Rp500 juta setiap musimnya.
Lurah Muntuk, Marsudi mengatakan bahwa warga di Padukuhan Gunung Cilik hampir 68% membeli air. Sementara di seluruh Kalurahan Muntuk mencapai 55%-60%.
“Di Padukuhan Gunung Cilik itu hampir 68 persen warga membeli air tangki. Rata-rata dengan yang ada di seluruh kalurahan muntuk, ketika musim kemarau, pembelian tangki itu mencapai angka 55-60 persen. Kalau diuangkan, setiap satu musim, itu hampir Rp300-Rp500 juta,” kata Marsudi, Senin (13/3/2023).
BACA JUGA: Tarif Air Bersih di Bantul Diklaim Paling Murah se-DIY
Marsudi menambahkan bahwa tiap satu kaluarga di Kalurahan Muntuk dapat mendatangkan satu tangki air dengan kapasitas sekitar 6000 liter. Namun, situasi menjadi lebih baik ketika Padukuhan Gunung Cilik dan Seropan I mendapat bantuan sumber mata air melalui CSR.
Karena itu, Marsudi berharap jawatannya mendapat bantuan lain dalam bentuk serupa agar warga Kalurahan Muntuk semakin mudah mengakses air. Dengan begitu, pengeluaran dapat diminimalkan.
“Kawasan yang masih memerlukan sumber air buatan itu ada di Banjarharjo I dan II, Tangkir. Selain itu ada juga di Karangasem dan Seropan III,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa bantuan instalasi air akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat.
“Sebelumnya, warga kan terus menerus membeli tangki air. Padahal harganya juga mahal. Dengan tersedianya air di daerah setempat ini, maka biaya pengadaan air untuk tiap rumah tangga menjadi sangat murah dan efisien. Berarti kan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Halim ditemui di Gunung Cilik pada Senin (13/3/2023).
Halim menambahkan bahwa di Kabupaten Bantul masih terdapat titik-titik krisis air seperti di Sedayu, Pleret, Piyungan, dan Kasihan. Karena itu, nantinya Pemkab akan mengusahakan melalui CSR untuk membangun instalasi air.
Sementara itu, Dewan Pakar Pamaskarta, Unggul Adri mengatakan bahwa pembangunan instalasi air yang disebutnya sebagai investasi masih perlu dilakukan di Kabupaten Bantul.
“Pengelolaan air bersih berbasis masyarakat itu tidak semua sehat, karena ada risiko kelolanya sangat tinggi. Sebabnya ya salah dalam mengelola,” kata Unggul.
Unggul menambahkan bahwa Pemerintah Daerah yang memiliki kewajiban membangun instalasi sumber air akan mengkerjasamakan dengan PDAM.
Hanya saja, PDAM tidak dapat menjangkau air bersih sampai ke berbagai tempat seperti puncak perbukitan. Dia berharap pada akhir 2023, permasalahan air bersih dapat teratasi.
“Pengelolaan air bersih itu masih ada yang harus di-sengkuyung bersama-sama bisa melalui dana swasta dan pemerintah. Tujuan utamanya itu agar ke depan sistem dropping air sudah terkurangi. Harapannya nanti sudah akan sistem perpipaan agar aman karena relatif tertutup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
Linara Bozieva kena PHK dari eBay setelah 11 tahun bekerja. Kini ia membangun agensi pemasaran Ravenopous dengan 27 agen AI.
Ousmane Dembele, Lamine Yamal, Harry Kane, Michael Olise, Khvicha Kvaratskhelia, era pasca Messi Ronaldo
Setelah checkout, biasanya pembeli tinggal menunggu pesanan dikemas dan dikirim. Tapi kadang ada saja yang berubah setelah pembayaran berhasil.
Ingin keluar dari grup WhatsApp tanpa diketahui semua anggota? Simak cara resmi WhatsApp, termasuk batasan siapa yang tetap bisa mengetahui kepergian Anda.
Honda dan Nissan dikabarkan menyiapkan kerja sama pengembangan software dan komputer kendaraan untuk mobil baru mulai 2029.