Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi hewan pengerat./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul mengalami lonjakan yang signifikan. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan alat rapid tes untuk leptospirosis atau leptotek dipastikan aman dan tersedia di seluruh puskesmas di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Kesehatan di Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tidak ada masalah dengan alat rapid tes penyakit leptospirosis. Pasalnya, alat ini tersedia banyak dan tersebar di seluruh puskesmas.
“Alat deteksi ini tidak ada masalah karena tersedia,” kata Dewi, Minggu (12/3/2023).
BACA JUGA : Dua Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis
Menurut dia, alat deteksi ini menjadi sangat penting. Salah satunya untuk mengurangi risiko kematian kepada penderita dikarenakan penyekit leptospirosis bisa diketahui sehingga penanganannya dapat dimaksimalkan.
“Makanya dengan alat rapid yang banyak tersedia, harapannya angka kematian dapat ditekan. Memang, sekarang sudah ada korban meninggal sehingga upaya pencegahan harus dimaksimalkan,” katanya.
Untuk langkah penanggulangan, Dewi mengakui sudah ada upaya penganan. Adapun wilayah sasaran difokuskan di Kapanewon Nglipar yang memiliki kasus terbanyak. Salah satunya dengan mengoptimalkan kinerja dari satga One Health di kapanewon tersebut
“Satgas ini memiliki peran untuk pencegahan penularan penyakit dari hewan ke manusia, salah satunya tentang leptospirosis,” katanya.
penyebaran leptospirosis harus diwaspadai karena ada lonjakan kasus warga yang terjangkit. Lonjakan ini terbanyak pada Maret ini karena hampir mencapai 25 kasus.
“Dua bulan awal tidak banyak, tapi memasuki Maret ada penambahan yang cukup signifikan. Total hingga sekarang sudah ada 29 kasus leptospirosis,” katanya.
Upaya pencegahan dilakukan dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.
“Ya untuk pencegahan pakai alat pelindung misal sepatu both baju lengan panjang sarung tangan dan lain lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.