Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Ilustrasi uang yang menjadi penanda pertumbuhan ekonomo/JIBI-Bisnis.com-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul merilis data laju pertumbuhan ekonomi Gunungkidul di 2022 sebesar 5,37%. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya sebesar 5,22%.
Kepala BPS Gunungkidul Rintang Awan Eltribakti Umbas mengatakan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul terus membaik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir.
Pada saat awal pandemi atau di 2020, ekonomi Gunungkidul sempat terkontraksi hingga minus 0,69%. Namun demikian, di 2021 mengalami perbaikan yang signifikan karena pertumbuhannya mencapai 5,22%.
Tren positif ini terus berlanjut di 2022. BPS mencatat pertumbuhan sepanjang tahun mencapai 5,37%. “Di awal pandemi pertumbuhannya sempat terkoreksi hingga minus 0,69%, tapi sekarang sudah tumbuh mencapai 5,37%. Jelas pertumbuhan ini sangat bagus,” kata Eltri, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Jumat (17/3/2023).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul terhitung tinggi. Pasalnya, angka pertumbuhannya di atas nasional maupun provinsi. Meski demikian, laju ini masih kalah dengan Kabupaten Kulonprogo yang memiliki pertumbuhan lebih baik.
“Kulonprogo sangat terbantu dengan keberadaan bandara baru sehingga investasinya terus tumbuh sehingga memberikan pengaruh dalam proses pertumbuhan ekonomi. Tapi, Gunungkidul juga bagus karena lajunya tertinggi nomor dua se-DIY,” katanya.
Menurut Eltri, pertumbuhan ekonomi yang baik tidak lepas dari kebijakan pemerintah untuk melonggarkan aktivitas di masa pandemi. Terlebih lagi, pada saat sekarang pembatasan aktivitas di masyarakat juga telah dicabut.
“Ini sangat memberikan pengaruh karena aktivitas kembali normal dan imbasnya terlihat pada laju pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang baik ini sejalan dengan naiknya pendapatan domestik regional bruto (PDRB) di Gunungkidul. Sebagai contoh di 2020 angkanya hanya Rp18,9 triliun, sedangkan saat ini sudah mencapai Rp22,7 triliun.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengaku bangga dengan lajut pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. Menurut dia, angka yang ada menunjukkan perbaikan dan proses pemulihan ekonomi juga berjalan dengan baik.
“Di atas harapan karena targetnya hanya di kisaran 3%, tapi realisasinya bisa mencapai 5,37%,” katanya.
Menurut dia, penyumbang terbesar dari pertumbuhan ekonomi masih dari sektor pertanian. Meski demikian, sisi pariwisata juga memberikan andil yang besar dalam pertumbuhannya.
“Semua akan kami genjot agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik lagi sehingga upaya menyejahterakan masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.