Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Peserta Mandiri Yogya Marathon 2018 melintas di kawasan Candi Prambanan, Minggu (15/4/2018).Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Ribuan umat hindu dari DIY, Jawa Tengah dan sekitarnya menggelar upcara Tawur Agung di Candi Prambanan, Selasa (21/3/2023). Upacara yang merupakan rangkaian peringatan Nyepi Tahun Saka 1945 ini baru kembali digelar setelah dua tahun absen akibat pandemi.
Upacara ini diawali dengan prosesi Mendak Tirta, yakni mengelilingi Candi Siwa, Wisnu dan Brahma sebanyak tiga kali. Sejumlah gunungan dan ogoh-ogoh turut diarak dalam prosesi ini. Ribuan umat Hindu yang mengikuti prosesi ini nampak begitu khidmat.
Hari Raya Nyepi tahun ini yang jatuh pada 22 Maret, mengangkat tema Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia Dalam Bingkai Moderasi Beragama Menerapkan Transformasi Digital.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang hadir dalam upacara ini, menuturkan pada momentum tahun baru saka ini, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. “Tahun ini sangat istimewa karena saudara umat Muslim akan melaksanakan ibadah bulan ramadan,” katanya.
Hadirnya hari suci yang secara berurutan bagi agama-agama di Indonesia, mengisyaratkan untuk pengendalian diri, menandakan umat manusia diingatkan oleh Penguasa Semesta Alam untuk menjaga perilaku agar tetap terkendali sesuai ajaran agama masing-masing.
“Tema ini jarang diambil dalam peringatan hari suci umat beragama lain, tapi umat Hindu sudah mendahului. Dari tema ini saya menangkap bahwa kita semua akan diajak menjalankan kewajiban sebagai umat beragama sekaligus warga negara mensukseskan pesta demokrasi 2024,” ujarnya.
Momen hari suci ini menjadi strategi umat Hindu. Dengan kontemplasi dalam Catur Brata Penyepian, umat Hindu mampu mengendalikan diri, sabar dan memiliki hati yang damai. “Dengan ini umat Hindu mampu berkontribusi menciptakan kedamaian dalam mewujudkan pesta demokrasi yang berkualitas,” kata dia.
Ia berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan agama sebagai alat untuk memperjuangkan kepentingannya. “Tidak menjadikan agama sebagai politik identitas yang membuat agama yang suci terkotori kepentingan duniawi,” ungkapnya.
Catur Brata Penyepian ini diharapkan menjadi momen untuk instrospeksi diri terkati apa yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. “Meningkatkan kualitas diri kita baik dalam berhubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam semesta,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.