Advertisement

Cegah Klitih saat Ramadan, Kapolda DIY: Kami Patroli sampai Matahari Terbit

Ujang Hasanudin
Sabtu, 25 Maret 2023 - 11:57 WIB
Sunartono
Cegah Klitih saat Ramadan, Kapolda DIY: Kami Patroli sampai Matahari Terbit Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Polda DIY mengubah jam patroli malam selama Ramadan untuk mengantisipasi terjadinya kasus kejahatan jalanan atau klitih yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.  

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan Polda DIY sebenarnya sudah melakukan kegiatan patroli malam untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dari mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB atau waktu salat subuh.

Advertisement

“Perubahan yang kami lakukan tidak hanya sampai jam 05.30 WIB tapi sampai dengan matahari terbit, sekitar jam 07.00 WIB. Kami ubah jam apel kita dari jam 4 pagi. Jadi Diubah rutenya supaya jam-jam yang dianggap rawan kami tetap ada bersama dengan masyarakat,” kata Suwondo, saat ditemui seusai melakukan kegiatan Jumat Curhat di Dusun Gedongan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Jumat (24/3/2023) sore.

BACA JUGA : Diduga Klitih, Seorang Pelajar Dikejar Warga di Bantul 

Suwondo mengatakan perubahan jam patroli dilakukan menyusul terjadinya aksi kejahatan jalanan yang terjadi pada Jumat pagi, sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jogja. Dalam kejadian tersebut korban yang merupakan seorang pelajar diserang oleh gerombolan remaja bersenjata tajam.

“Sebenarnya yang sudah kita lakukan selalu jaga [patroli] jam 22.00WIB sampai 05.00 WIB. Tadi pagi sampai jam 05 00 WIB tidak ada kejadian, nol kasus. Eh terjadi jam 05.30 WIB. Saya prihatin dan menyesal, saya cek ke rumah sakit kondisi korban. Saat ini korban jadi tanggung jawab kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolda DIY mengatakan dalam melakukan patroli untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan, pihaknya sudah memetakan titik-titik rawan yang memungkinkan terjadinya kejahatan jalanan. Namun ia enggan menyebutkan titik-titik rawan tersebut.

Namun, yang pasti, kata Suwondo, titik rawan kejahatan jalanan itu biasanya teradi jauh dari permukiman atau ruma penduduk. Menurutnya lokasi yang jauh dari permukiman penduduk itu menjadi 'medan perang' bagi mereka atau pelaku kejahatan jalanan.

Terkait kejadian kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Tentara Rakyat Mataram yang masuk wilayah kota dan padat penduduk menjadi pengecualian, karena biasanya kejahatan jalanan mengindari dekat permukiman.

BACA JUGA : Ini Wajah dan Peran Para Pelaku Klitih Titik Nol Jogja

“Ini sudah terjadi, tidak apa-apa, ini menjadi tambahan buat kami, kami terus evaluasi sistem yang sudah kita bentuk. Yang sebetulnya menunjukan tanda-tanda keberhasilan yang kita harapkan, namun terus kita lakukan pembaharuan dan perbaikan,” tandasnya.

Sahur On The Road

Di lokasi yang sama, Kapolres Bantul AKBP Ihsan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggelar sahur on the road atau sahur di jalan. Sebab setelah melalui kajiannya ternyata sahur on the road lebih banyak mudaratnya ketimbang baiknya.

“Mereka pura-pura janjian, konvoi sahur on the road tapi ternyata setelah itu cari musuh, ini yang kami antisipasi sehingga kita larang pelaksanaannya, kan lebih baik buka puasa dan sahur di rumah,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Telah Dibayarkan Rp4 Triliun

News
| Kamis, 18 Juli 2024, 18:57 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Shoulder Season, Periode Berwisata Antiribet

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement