Padat Karya Sleman 2026 Berlanjut, BKK DIY Masuk Tahap Ketiga
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Ilustrasi Waduk Sermo./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi II DPRD Kabupaten Kulonprogo yang membidangi perekonomian telah bertemu dengan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo guna membahas jalan menuju Waduk Sermo.
Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi mengatakan bahwa dari pertemuan tersebut, jawatannya mendapat informasi terkait dengan kunjungan wisatawan pada 2022 mencapai 800.000 kunjungan wisata atau 62% dari delapan objek wisata yang dikelola Pemkab Kulonprogo.
“Target kunjungan tahun lalu 1,7 juta kunjungan. Kendala yang disebutkan dalam pembahasan LKPJ [Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban] kemarin itu ternyata adalah rusaknya jalan menuju tempat wisata,” kata Hamam dihubungi pada Minggu (26/3/2023).
Hamam menambahkan bahwa rusaknya jalan menuju Waduk Sermo juga menjadi pembahasan. Selain itu, hal yang juga disoroti Komisi II adalah kondisi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR). Pembangunan TPR dan gerbang masuk Waduk Sermo harus dilakukan secara lebih layak agar wisatawan dapat membedakan area masuk kawasan wisata atau tidak.
BACA JUGA: Eksotisme Waduk Sermo yang Memikat Hati, Sunset dan Sunrisenya Cantik
“Kami lalu bertanya kepada Dinas Kebudayaan yang selama ini menjadi prakarsa Danais. Salah satu yang kami bahas adalah sarana-prasarana kebudayaan. Sarpras kebudayaan ini kan sangat sempit. Harusnya pemahaman UU Keistimewaan itu lebih kepada sarana-prasarana keistimewaan. Salah satunya jalan itu apabila akan dihubungkan dengan Danais maka masuknya ke sarpras keistimewaan,” katanya.
Dari situ, Komisi II menggagas untuk membuat aturan turunan UU Keistimewaan mengenai sarana-prasrana keistimewaan untuk diterjemahkan dalam Peraturan Daerah tentang sarana-prasarana keistimewaan secara spesifik. Dengan begitu arah pembangunan dapat lebih terarah kepada sarana-prasarana Keistimewaan. “Terutama untuk tempat-tempat wisata yang bernilai sejarah. Dengan begitu kan dapat didanai di situ. Juga bisa menghemat biaya [APBD],” ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan bahwa jalan menuju Waduk Sermo masih masuk lingkup ketugasan Suaka Margasatwa dan BBWSSO. “Kecuali alih status menjadi jalan wisata. Tapi nanti harus bikin Perda baru. Peran dispar sendiri lebih kepada pengelolaan dan pemeliharaan objek wisata [waduk sermo]. Meskipun kami tentu akan membuat Master Plan segera dan memasukkan jalan sebagai bagian target pembangunan,” kata Joko dihubungi pada Minggu (26/3/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China
PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) kembali memperkuat komitmennya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini thalassemia
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.