Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Penampakan buaya di bebatuan Sungai Oya Gunungkidul yang viral di media sosial/IG
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim gabungan masih berusaha mencari dan menangkap buaya yang berkeliaran di Kali Oya di Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul. Meski demikian, hingga Minggu (2/4/2023) siang keberadaan hewat melata ini belum juga diketemukan.
Koordinator Resor Konservasi Wilayah (RKW) Gunungkidul, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSD) DIY, Tugimayanto mengatakan, pencarian buaya tidak hanya melibatkan tim dari BKSDA. Namun demikian, juga melibatkan komunitas pecinta reptil dan aparat keamanan, baik dari Polri maupun TNI.
“Pencarian masih berlangsung, tapi belum membuahkan hasil,” kata Tugi saat dihubungi Minggu siang.
Menurut dia, lokasi pencarian difokuskan pada lokasi di timur Jembatan Merah di Kalurahan Banaran, Playen. Pemilihan lokasi ini karena menjadi tempat penampakan buaya yang jadi viral di masyarakat.
“Sudah ditelusuri dan juga belum menemukan tanda-tanda maupun jejak dari hewan buas ini,” katanya.
Disinggung mengenai keberadaan buaya di Kali Oya, Tugimayanto mengakui baru ada sekarang ini. Pasalnya, sejak dulu belum pernah ada penemuan atau warga yang melihatnya di sepanjang aliran sungai.
“Ini yang pertama kalinya karena sebelumnya tidak ada laporan tentang penampakan buaya di Kali Oya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga belum bisa memastikan asal muasal buaya tersebut karena fokus untuk pencarian kemudian menangkapnya. Tujuan penangkapan agar tidak membahayakan warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai.
“Belum tahu pastinya. Kalau lepas, trus siapa yang memeliharanya,” kata Tugi.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana membenarkan adanya video upaya penangkapan buaya oleh warga. Adapun lokasinya berada di sisi timur Jembatan Merah di kawasan Hutan Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen. “Upaya penangkapan buaya dilakukan pada Sabtu (1/4/2023) sore, tapi tidak berhasil,” kata Sigit.
Dia menjelaskan, warga yang berusaha menangkap buaya diketahui bernama Triyono yang ditemani oleh Ferdy. Peristiwa ini bermula dari kabar tentang penampakan buaya di timur Jembatan Merah pada Jumat (31/3/2023).
Keduanya berusaha membuktikannya dengan mendatangi lokasi dan melihat buaya yang berada di pelataran bebatuan. Triyono pun berusaha menangkapnya, tapi tidak berhasil.
BACA JUGA: Info Cuaca: Sebaran Wilayah DIY yang Diguyur Hujan Lebat Hari Ini
“Setelah itu, keduanya langsung melaporkan ke Polsek. Dari keterangan yang diberikan, panjang buaya sekitar 1,5 meter,” kata Sigit.
Ia mengimbau kepada masyarakat berhati-hati pada saat beraktivitas di aliran Kali Oya. Untuk penangkapan, sudah dilakukan koordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY guna menemukan dan menangkap buaya tersebut.
“Mudah-mudahan bisa segera tertangkap sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
SPMB SD Kulonprogo resmi dibuka. SDN Brosot menerima 41 pendaftar di hari pertama, sementara SDN 1 Lendah baru mendapat tiga calon siswa.