73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Penampakan buaya di bebatuan Sungai Oya Gunungkidul yang viral di media sosial/IG
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim gabungan masih berusaha mencari dan menangkap buaya yang berkeliaran di Kali Oya di Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul. Meski demikian, hingga Minggu (2/4/2023) siang keberadaan hewat melata ini belum juga diketemukan.
Koordinator Resor Konservasi Wilayah (RKW) Gunungkidul, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSD) DIY, Tugimayanto mengatakan, pencarian buaya tidak hanya melibatkan tim dari BKSDA. Namun demikian, juga melibatkan komunitas pecinta reptil dan aparat keamanan, baik dari Polri maupun TNI.
“Pencarian masih berlangsung, tapi belum membuahkan hasil,” kata Tugi saat dihubungi Minggu siang.
Menurut dia, lokasi pencarian difokuskan pada lokasi di timur Jembatan Merah di Kalurahan Banaran, Playen. Pemilihan lokasi ini karena menjadi tempat penampakan buaya yang jadi viral di masyarakat.
“Sudah ditelusuri dan juga belum menemukan tanda-tanda maupun jejak dari hewan buas ini,” katanya.
Disinggung mengenai keberadaan buaya di Kali Oya, Tugimayanto mengakui baru ada sekarang ini. Pasalnya, sejak dulu belum pernah ada penemuan atau warga yang melihatnya di sepanjang aliran sungai.
“Ini yang pertama kalinya karena sebelumnya tidak ada laporan tentang penampakan buaya di Kali Oya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga belum bisa memastikan asal muasal buaya tersebut karena fokus untuk pencarian kemudian menangkapnya. Tujuan penangkapan agar tidak membahayakan warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai.
“Belum tahu pastinya. Kalau lepas, trus siapa yang memeliharanya,” kata Tugi.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana membenarkan adanya video upaya penangkapan buaya oleh warga. Adapun lokasinya berada di sisi timur Jembatan Merah di kawasan Hutan Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen. “Upaya penangkapan buaya dilakukan pada Sabtu (1/4/2023) sore, tapi tidak berhasil,” kata Sigit.
Dia menjelaskan, warga yang berusaha menangkap buaya diketahui bernama Triyono yang ditemani oleh Ferdy. Peristiwa ini bermula dari kabar tentang penampakan buaya di timur Jembatan Merah pada Jumat (31/3/2023).
Keduanya berusaha membuktikannya dengan mendatangi lokasi dan melihat buaya yang berada di pelataran bebatuan. Triyono pun berusaha menangkapnya, tapi tidak berhasil.
BACA JUGA: Info Cuaca: Sebaran Wilayah DIY yang Diguyur Hujan Lebat Hari Ini
“Setelah itu, keduanya langsung melaporkan ke Polsek. Dari keterangan yang diberikan, panjang buaya sekitar 1,5 meter,” kata Sigit.
Ia mengimbau kepada masyarakat berhati-hati pada saat beraktivitas di aliran Kali Oya. Untuk penangkapan, sudah dilakukan koordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY guna menemukan dan menangkap buaya tersebut.
“Mudah-mudahan bisa segera tertangkap sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Belanja pegawai Sleman dalam APBD 2026 masih mencapai 32,36 persen. BKAD menyiapkan strategi pengendalian belanja dan peningkatan PAD untuk memenuhi batas 30.
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak