Bau Pabrik Kulit Dikeluhkan, DPRD Kota Jogja Ancam Tutup PT Sinar Obor
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan kemungkinan tanah Sutan Grond (SG) digunakan untuk pembangunan rumah bagi warga miskin.
Pertimbangan itu menyusul harga tanah di Jogja yang terus meroket secara signifikan. Ditanya terkait kemungkinan SG dapat digunakan untuk pembangunan perumahan atau rusunawa murah bagi warga miskin, Sultan pun mengaku dimungkinkan.
BACA JUGA : Harga Tanah di Sekitar JJLS Bantul Melonjak
“Asalkan yang punya bisa, enggak ada masalah [menggunakan tanah SG],” ucapnya, Kamis (6/4/2023).
Sultan pun mengaku sedang memikirkan sejumlah pertimbangan terkait rencana hunian murah bagi warga miskin tersebut.
“Sedang kami upayakan [hunian bagi warga miskin], tetapi apakah bisa satu tempat untuk orang yang misalnya, satu kamar ditinggali bisa orang tiga. Kalau sebulan itu Rp300.000 atau Rp400.000, tapi dibagi tiga pemukiman apakah visible?”
HB X pun mengaku tak ingin memberatkan masyarakat DIY dengan biaya yang tinggi. “Soalnya kalau satu rumah sudah Rp400.000, kita disini kalau nyewa kos kan mahal, kan bisa sudah 40% sendiri dari penghasilan,” katanya.
, Sri Sultan HB X mengaku prihatin dengan tingginya harga rumah di DIY. Menurutnya tingginya harga rumah tersebut disebabkan adanya alih fungsi lahan.
“Kami pun sebetulnya juga sedih, setiap tahun antara 200-200 hektar jadi pemukiman, jalan, tidak hanya rumah, tapi juga dari [jadi] fasilitas yang lain maupun juga, per tahun. Kita lama-lama hidupnya mepet laut selatan sama mepet Merapi,” kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/4/2023).
BACA JUGA : Wow! Harga Tanah di Sekitar JJLS Gunungkidul Sudah Naik
Selain itu, menurut Sultan pembeli tanah dari luar DIY yang sanggup membayar harga jual tersebut juga menjadi salah satu penyebab semakin tinggi harga tanah di DIY.
“Temen-temen [pembeli tanah dari] Jakarta kalau beli tanah ora ngeyang e [tidak menawar], ya makin tinggi [harga tanah]. Orang luar Jogja bisa beli, orang Jogja-nya enggak punya rumah,” ucapnya.
Sri Sultan HB X menilai meski masyarakat Jogja kesulitan untuk membeli rumah, namun menurutnya karakteristik masyarakatnya termasuk guyub.
“Masyarakat kita kan guyub, dalam arti biarkan itu rumah waris, kalau punya anak tiga, keluarga berada disitu semua kan bisa. Masyarakat kita ini kan tidak pernah kita punya kakak beradik menempati di [tanah] waris ini hakku, kamu adik saya keluar dari sini, kan enggak gitu,” ucapnya.
Sehingga meskipun tinggal di rumah warisan, yang ditinggali lebih dari satu keluarga inti, tidak menjadi persoalan. “Hanya kebetulan kita tahu itu bisa, sehingga satu rumah ditinggali tiga kepala keluarga yang sebetulnya ada hubungan saudara,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Meta dijatuhi denda baru Rp10,12 triliun terkait dampak Instagram dan Facebook terhadap kesehatan mental anak. Total sanksi kini mencapai Rp16,8 triliun.