Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dapur rumah milik Sugiyem, warga Dengok, Playen, Gunungkidul, terbakar pada Jumat (7/4/2023) siang.
BACA JUGA: Pangkalan Gas Elpiji di Bantul Terbakar
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebab, saat kejadian pemilik rumah sedang mencari pakan ternak di ladang.
Peristiwa kebakaran ini kali pertama diketahui oleh tetangga korban, Susilo. Sekiranya pukul 08.30 WIB, saksi mendengar suara bergemuruh dari dapur rumah Sugiyem.
Penasaran dengan suara tersebut, ia langsung berlari dan melihat bagian kepulan api berasal dari kompor yang menjalar ke bagian dinding dan atap dapur. Untuk pemadaman meminta bantuan ke petugas pemadam kebakaran.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peritiwa kebakaran di Dusun Dengok 2, Dengok, Playen. Pada saat kejadian, pemilik rumah Suginem sedang berada di ladang mencari pakan.
“Kebetulan sedang kosong karena kebakaran diketahui oleh warga yang beraktivitas tidak jauh dari lokasi,” kata Sigit kepada wartawan, Jumat (7/4/2023) siang.
Meski demikian, korban harus menderita kerugian sekitar Rp20 juta. Hal ini dikarenakan dapur rumah habis terbakar habis.
Menurut dia, pada saat kejadian warga sempat berusaha memadamkan api, tapi tak membuahkan hasil. Dikarenakan api yang semakin membesar dan tidak merembet ke bangunan lain, maka meminta bantuan ke Unit Pemadam Kebakaran Gunungkidul.
“Api bisa dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB sehingga tidak merembet ke bangunan utama rumah,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, ia belum bisa memastikan. Namun demikian, diduga kuat kebakaran dipicu karena selang gas elpiji bocor yang terpicu kontak listrik di atas kompor.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama agar kejadian sama tidak terulang,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Tata Usaha, UPT Pemadam Kebakaran, BPBD Gunungkidul, Ngadiyono. Menurut dia, potensi kebakaran bisa terjadi dimana saja dengan sasaran rumah, mobil dan lain sebagainya.
Ia meminta kepada masyararakat untuk mewaspadainya dengan terus berhati-hati. Salah satunya dengan rutin mengecek instalasi listrik maupun kompor gas di rumah sehingga dapat berfungsi dengan normal.
“Untuk yang punya mobil juga sama. Pastikan kelistrikannya normal sehingga tidak memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.