Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar Beringharjo musim Ramadan dan menjelang Lebaran 2023 bersemi kembali. Lama terpuruk setelah digempur pandemi, penjualan baju di Beringharjo kini mulai naik signifikan.
David, pemilik Toko Gudang Hijab yang menjual busana muslim grosir dan eceran menyampaikan penjualannya mengalami kenaikan. Dia mengaku penjualan busana muslim secara grosir meningkat signifikan.
“Kalau menjelang lebaran ini yang eceran naiknya 25%an. Karena saya banyak grosirnya, grosirnya udah 50% [peningkatan penjualannya], kalau ecerannya sedikit 25%, karena belum libur sehingga kenaikannya belum naik sekali,” katanya, Senin (10/4/2023).
Menurut David, peningkatan penjualan tersebut disebabkan harga jual produk yang dijualnya lebih rendah daripada harga pasar. Itu dapat dilakukannya dengan mendatangkan barang langsung dari pengrajin serta sebagian dari luar negeri.
“Saya keluarnya [barang terjual] banyak, umpamanya hari minggu satu orang ambil [membeli] minimal ada yang 100 [pcs], ada yang 80 [pcs] dan saya enggak pernah menandu [menyimpan], barang datang habis. Sajadah saya langsung dari importir, mukena langsung dari pengrajin dari Pekalongan,” katanya.
Konsumen dari Jawa Timur, hingga Purwokerto pun kerap singgah ke tokonya untuk membeli busana muslim. Selain itu, David juga melayani pemesanan ke sejumlah daerah, antara lain ke Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.
Peningkatan penjualan juga dialami Yayuk, pedagang busana muslim di Pasar Beringharjo. Biasanya Yayuk mendapatkan omzet sekitar Rp500.000 per hari, sedangkan menjelang lebaran, Yayuk mengaku mendapatkan omzet sekitar Rp1 juta.
Menurut Yayuk, peningkatan penjualan tersebut didapatkan seiring semakin banyak masyarakat yang ingin membeli gamis menjelang lebaran.
Meski begitu menurut Yayuk, penjualan tersebut lebih sepi daripada tahun 2022.
“Yang jelas enggak seperti tahun kemarin, kalau puasa udah jalan setengah [sekitar 2 minggu menjelang lebaran] sudah ramai, biasanya kayak gini udah ramai,” katanya.
Yayuk pun mengeluhkan penjualannya belum optimal seperti sebelum Covid-19.
“Kalau sebelum Covid kalau pas ini [menjelang Lebaran] kadang Rp4 juta sehari,” katanya.
Salah satu pembeli, Siti, warga DIY mengaku setiap tahun menjelang lebaran selalu membeli busana muslim di Pasar Beringharjo. Harga yang terjangkau pun membuatnya tertarik berbelanja disana. "Di Beringharjo harganya bisa miring, bisa ditawar juga. Kita orang Jogja jadi tiap lebaran ke sini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.
Rocky Gerung menjelaskan alasannya bergabung sebagai Wantimpres Prabowo dan menegaskan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).