Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Peserta mengikuti UTBK di UGM, Minggu (14/5/2023)/Istimewa-Humas UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) UGM telah berlangsung sejak 8 Mei hingga Minggu (14/5/2023). Dengan sistem baru, peserta mengakui persaingan di klaster Sosial dan Humaniora semakin ketat.
Sebanyak 13.448 peserta terdaftar melaksanakan UTBK di 12 lokasi berbeda, antara lain Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Fakultas MIPA, Gedung Suhardi Sigit Departemen Ekonomika dan Bisnis SV, Gedung Magister Manajemen (MM), Gedung Magister Ekonomi Publik (MEP), Perpustakaan Pusat UGM, dan Gedung TILC Sekolah Vokasi UGM.
Mulai tahun ini, sistem UTBK telah mengalami beberapa perubahan, salah satunya adalah tidak adanya klasifikasi klaster soshum dan saintek. Menurut beberapa peserta UTBK, mereka merasa tertantang dengan adanya kebijakan baru ini.
BACA JUGA: UTBK-SNBT, ISI Jogja Pastikan Tak Ada Alat Komunikasi Selama Ujian
Salah satu peserta, Nurul, mengatakan persaingan SNBT saat ini jauh lebih ketat dari sebelumnya, khususnya di klaster soshum. “Pastinya saingannya bertambah, ya. Karena enggak ada soshum dan saintek, jadi bebas pilih jurusan. Kami juga sebenarnya jurusan IPA, tapi daftar di FEB,” tambahnya.
Tahun sebelumnya juga banyak peserta yang lintas jurusan. Di situ sudah banyak peserta dari IPA yang ambil klaster soshum, tapi jarang yang dari IPS mengambil klaster saintek. Menurutnya, kondisi ini cukup beresiko karena distribusi jurusan yang tidak merata.
"Mungkin jursan IPA bisa dengan mudah mengambil jurusan manapun di klaster soshum, namun hal sebaliknya terjadi pada siswa jurusan IPS. Hal ini menyebabkan persaingan di klaster soshum jauh lebih berat ketimbang klaster saintek," katanya.
Peserta lainny, Andre, cukup optimistis dengan pilihannya mengambil jurusan kedokteran hewan meskipun dia berasal dari jurusan IPS. “Suka sih aku sama sistem yang baru. Kebetulan aku juga minat di kedokteran tapi terlanjur masuk IPS. Membantu banget,” katanya.
Perubahan sistem UTBK, termasuk dalam segi materi ternyata tidak membuat peserta kesulitan dalam menyelesaikan soal. Namun, mereka mengaku cukup kesulitan untuk mengatur strategi waktu mengerjakan. “Kalau dari segi materi, sudah cukup menguasai, sih. Tetapi waktunya yang kurang,” kata peserta lainnya, Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Xiaomi resmi merilis Redmi Watch 6 Active, Watch 6 Lite, dan Smart Band 11 Active di Indonesia dengan harga mulai Rp449.000.
Basarnas memastikan Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 129 orang masih dalam proses pencarian.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
FAO menyebut gangguan pelayaran Selat Hormuz memicu kelangkaan pupuk global, menaikkan harga energi dan mengancam produksi pangan.