EHEF 2026 Kembali ke Yogyakarta, Buka Peluang Generasi Muda Kuliah di Eropa
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Program JKN mampu membantu masyarakat ekonomi kalangan bawah. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah banyak memberikan manfaat layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu juga yang dirasakan Tan Sioe Ling (77), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Tan Sioe Ling terdaftar sebegai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Dia mengaku mendaftar Program JKN pada saat itu untuk memberikan proteksi bagi dirinya dan keluarga.
Tan Sioe Ling merupakan penyintas kanker rektum stadium empat, ia pasien rutin di RSUP Dr. Sardjito. Saat ditemui tim Jamkesnews, Sabtu (13/05) pada saat periksa, Tan Sioe Ling sudah kesulitan untuk berkomunikasi dengan jelas, oleh karena itu, setiap periksa ke rumah sakit selalu didampingi anaknya yang bernama Anita (49). Anaknya lah yang berbagi cerita dengan kami.
BACA JUGA : BPJS Kesehatan Jogja Pastikan Layanan Mudah Tanpa
Anita yang mengerti rekam jejak ibunya sebagai peserta JKN sangat terbuka dalam berbagi cerita pengalamannya selama memanfaatkan Program JKN. Anita mengatakan, Peserta JKN mendapat kepastian jaminan dalam pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, hal-hal yang berkaitan perihal biaya dan pelayanan Kesehatan sudah tidak perlu dipikirkan secara berlebih. Hadirnya Program JKN ini memberikan tak sedikit manfaat bagi pesertanya untuk terhindar dari kemiskinan akibat biaya berobat yang besar.
“Ekonomi kelas menengah seperti kami sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Penyintas kanker seperti ibunya sangat bersyukur dengan kehadiran Program JKN ini. Semua rangkaian pengobatan yang didapat mulai dari biaya perawatan, biaya operasi, biaya kemoterapi dan radioterapi keseluruhannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Anita dengan wajah bahagianya.
Program JKN juga memberikan akses pelayanan kepada pesertanya dan menghilangkan ketidaksetaraan sosial ekonomi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. "Saat itu yang ada dalam pikiran kami adalah takut. Ketakutan terbesar adalah tentang biaya pengobatan, karena kami tahu biayanya pasti akan sangat besar, sedangkan kami tidak memiliki cukup uang. Bersyukur kami telah terdaftar sebagai peserta JKN sehingga seluruh biaya pengobatan mama, keluarga tidak mengeluarkan biaya sama sekali,” kata anak Ibu Tan Sioe Ling.
Manfaat terbesar yang dirasakan dalam Program JKN bagi ibunya, ketika disarankan oleh dokter untuk mengambil tindakan seperti CT Scan, MRI, serta Nuclear untuk deteksi bone. Sebenarnya tindakan-tindakan yang disarankan dokter untuk ibu Tan Sioe Ling ini tidak dapat dikatakan murah. Namun karena adanya Program JKN semua tindakan yang disarankan oleh dokter dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Program JKN ini sungguh luar biasa, sangat membantu mama dan penyintas kanker lainnya, karena tidak ada biaya yang dikeluarkan olehnya. Bahkan jika di total untuk biaya selama mama berobat mungkin sudah menginjak angka ratusan juta,” kata Anita.
Tidak hanya itu Anita juga mengatakan bahwa ibunya ini dilayani dengan sangat baik sebagai peserta JKN. Seluruh dokter, perawat dan tim rumah sakit sangat memperhatikan pasien-pasien terutama pasien kanker yang begitu banyak dan tidak membedakan siapapun baik yang tua maupun muda, kaya maupun miskin semua dilayani dengan baik.
BACA JUGA : Peserta Meninggal Masih Dibiayai, Akan Ada Perubahan
Bahkan sebelum periksa rutin di rumah sakit, sewaktu mendapatkan pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga selalu dilayani dengan sangat baik. Ia juga mengatakan bahwa diluar sana, banyak sekali isu-isu negatif yang beredar mengenai pelayanan pasien peserta JKN dibeda-bedakan, dilayani tidak baik, dokternya tidak ramah, semua itu ditepis oleh Anita.
“Terima kasih BPJS Kesehatan beserta semua tim dan juga terima kasih kepada RSUP Dr Sardjito, seluruh dokter-dokter, staf paramedis maupun tenaga administrasi bahkan hingga satpamnya yang well banget, terima kasih, matur nuwun sanget,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Kozo Tashima resmi maju sebagai calon Presiden FIFA 2027. Didukung JFA, ia mengusung integritas dan harus memenuhi syarat nominasi.
Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Stikom Semarang yang turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asal Jawa Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi.