Usulan Empat Embung Tahun 2026 di Sleman Masih Terkendala Administrasi
Empat embung di Sleman senilai Rp32 miliar tertunda karena kendala administrasi pertanahan dan masih menunggu izin lahan.
Sejumlah warga sedang mengerjakan jalan cor blok bagian dari program padat karya di Dusun Ketonggo, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabuaten Bantul, Maret 2023 lalu / Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo sedang membangun jalan usaha tani (JUT) di tujuh lokasi. Proyek tersebut dimulai sejak tiga pekan lalu.
Sub Koordinator Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi mengatakan JUT tersebut dibangun untuk mempermudah sirkulasi pengangkutan sarana produksi pertanian dan hasil panen. Terdapat tujuh lokasi yang menjadi sasaran pembangunan JUT antara lain di Kapanewon Samigaluh dua titik, di Temon dua titik, di Sentolo satu titik, dan di Panjatan dua titik.
BACA JUGA: Ditemukan Jalan Tak Layak, Infrastruktur Pertanian di Kulonprogo Perlu Ditingkatkan
"Saat ini, pembangunan fisik JUT di tujuh titik tersebut telah mencapai 25 persen. Pembangunan JUT ini menggunakan APBD. Dua tahun terakhir memang pakai APBD. Tapi JUT juga bisa dibangun menggunakan APBKal. Dana padat karya milik disnakertrans juga bisa,” kata Kirmi dihubungi pada Sabtu (20/5/2023).
Kirmi menambahkan anggaran pembangunan di tiap titik tersebut memiliki pagu sekitar Rp196 juta. Pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga secara kontraktual non tender, karena nilai kontrak di bawah Rp200 juta. Alokasi anggaran pembangunan tersebut telah ditentukan sebelumnya.
Terang Kirmi, alokasi anggaran tahun 2023 hanya mampu mengampu tujuh titik. Titik tersebut pun dipilih setelah kelompok tani mengirimkan proposal permohonan pembangunan JUT yang disaring secara ketat.
“Usulan program itu dari bawah. Harus ada proposal; dan proposal yang masuk ke kami terkait permohonan pembangunan JUT itu banyak. Bahkan aspirasi dewan melalui pokir [pokok pikiran] juga menerima usulan lebih dari 50 JUT,” katanya.
BACA JUGA: Luar Biasa! 1 Hektare Lahan Kelompok Tani di Kulonprogo Ini Hasilkan 17 Ton Bawang Merah
Sampai saat ini, lanjutnya, akses jalan menuju kawasan pertanian di Kulonprogo belum mencapai 20%. Proses pembangunan JUT pun tidak dapat dilakukan secara masif, karena anggaran tiap tahun berbeda-beda. Seperti pada tahun 2024, DPP hanya mendapat alokasi anggaran yang hanya dapat digunakan untuk membangun tiga titik JUT.
“Pagu anggaran sudah ditetapkan berdasarkan prioritas, sementara JUT tahun 2024 saja kami hanya mendapat tiga. Menyesuaikan APBD kan. Anggaran yang ada terserap untuk kepentingan nasional salah satunya penyelenggaraan pemilihan umum 2024,” ucapnya.
Kirmi menjelaskan bahwa pembangunan JUT dengan sistem cor blok juga memunculkan permasalahan lain yaitu alih fungsi lahan pertanian untuk pendirian bangunan. “Kami juga mengkhawatirkan warga akan membangun permukiman atau usaha ekomoni di sekitar jalan tersebut. Hal ini lah yang harus kami antisipasi,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat embung di Sleman senilai Rp32 miliar tertunda karena kendala administrasi pertanahan dan masih menunggu izin lahan.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo 20 Juni 2026 lengkap. Ada layanan malam Simenor, cek lokasi, syarat, dan biaya terbaru.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo hari ini 20 Juni 2026. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 20 Juni 2026. Kulon Progo dan Sleman cerah, Bantul dan Gunungkidul berawan, suhu hingga 31°C.
Meta menghadirkan deretan fitur sepak bola di WhatsApp, Instagram, hingga Facebook untuk Piala Dunia 2026. Simak panduan fitur terbaru untuk merayakan euforia t
Uban prematur bisa diperlambat dengan gaya hidup sehat, mulai dari nutrisi, stres, hingga kebiasaan harian.