10 Bayi Pakem Sudah Kembali ke Orang Tua, Satu Masih Diasuh BRSPA
Sebanyak 10 bayi yang dievakuasi dari rumah di Pakem, Sleman, telah kembali ke orang tua. Satu bayi masih dalam pengasuhan sementara BRSPA.
Kelompok Tani Gendingan memanen bawang merah di Salamrejo, Sentolo, Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (4/5/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok Tani Gendingan Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo berhasil menghasilkan 17 ton bawang merah dalam satu hektare lahan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Trenggono Trimulyo mengatakan bahwa hasil panen tersebut tergolong besar dalam satu hektar lahan.
“Hasil 17 ton dalam satu hektare lahan itu mengagumkan. Mereka bisa mencapai jumlah tersebut karena sebelumnya ada kegiatan pelatihan budi daya bawang merah dari dana desa Salamrejo,” kata Trenggono, Sabtu (6/5/2023).
Kata Trenggono, fasilitas sekolah lapang yang diikuti 40 orang dilakukan dalam empat kali pertemuan. Dalam pelatihan melalui sekolah lapang, kelompok tani tersebut mendapat materi pemilihan bibit, pengolahan tanah, penanaman, sampai pemeliharaan dan pemupukan serta perlindungan dari hama penyakit.
BACA JUGA: Petani Lahan Pesisir Selatan Bantul Panen Bawang Merah Thailand Nganjuk
Pelatihan sekaligus praktik tersebut bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Petugas Pengawas Hama dan Penyakit. Demonstrasi plot (Demplot) yang dibuat untuk satu hektar lahan pertanian milik petani.
“Waktu panen kemarin Kamis 4 Mei 2023 itu sebagian besar [bawang] sudah ditebas oleh pembeli dengan tebasan rata-rata Rp25-Rp28 juta per seribu meter,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Sentolo, Hendro Santoso mengatakan bahwa dasar Pemerintah Kalurahan Salamrejo menganggarkan dana desa dalam bidang ketahanan pangan adalah untuk pengembangan Sumber Daya Pertanian (SDM) pertanian.
“Terutama SDM pertanian untuk pengembangan budidaya bawang merah. Kegiatan ini diwujudkan pada tahun 2023 dalam bentuk program pelatihan, bimbingan teknologi, pengenalan teknologi tepat guna untuk pertanian berupa pengembangan budidaya bawang merah,” kata Hendro dihubungi pada Sabtu (6/5/2023).
Hendro menambahkan bahwa narasumber dalam sekolah lapang yang diadakan berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan, UPT Penyuluhan Pertanian, BPTP DIY, BPP Sentolo, dan Petani Milenial serta Praktisi Budidaya Bawang Merah.
Tegasnya, bawang merah yang ditanaman dalah satu hektar lahan tersebut dapat menghasilkan Rp280 juta.
Di lain pihak, Sekretaris Kelompok Tani Gendingan, Muslih menegaskan akan terus menanam bawang merah sembari mengajak kelompok tani lain. “Sambil jalan [menanam], kami akan mencoba mengajak kelompok tani lain,” kata Muslih, Minggu (7/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10 bayi yang dievakuasi dari rumah di Pakem, Sleman, telah kembali ke orang tua. Satu bayi masih dalam pengasuhan sementara BRSPA.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru lengkap dengan jalur dan tarif. Akses makin luas, solusi transportasi murah di Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya. Kuota terbatas, warga diminta datang lebih awal.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jogja 20 Juni 2026 lengkap rute reguler dan Xpress. Pilihan cepat, nyaman, dan tepat waktu ke bandara.
Jadwal SIM keliling Sleman 20 Juni 2026 lengkap. Ada Simeru malam, cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Gunungkidul 20 Juni 2026. Cek wilayah terdampak dan jam padam PLN Wonosari hari ini.