4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Kelompok Tani Gendingan memanen bawang merah di Salamrejo, Sentolo, Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (4/5/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok Tani Gendingan Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo berhasil menghasilkan 17 ton bawang merah dalam satu hektare lahan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Trenggono Trimulyo mengatakan bahwa hasil panen tersebut tergolong besar dalam satu hektar lahan.
“Hasil 17 ton dalam satu hektare lahan itu mengagumkan. Mereka bisa mencapai jumlah tersebut karena sebelumnya ada kegiatan pelatihan budi daya bawang merah dari dana desa Salamrejo,” kata Trenggono, Sabtu (6/5/2023).
Kata Trenggono, fasilitas sekolah lapang yang diikuti 40 orang dilakukan dalam empat kali pertemuan. Dalam pelatihan melalui sekolah lapang, kelompok tani tersebut mendapat materi pemilihan bibit, pengolahan tanah, penanaman, sampai pemeliharaan dan pemupukan serta perlindungan dari hama penyakit.
BACA JUGA: Petani Lahan Pesisir Selatan Bantul Panen Bawang Merah Thailand Nganjuk
Pelatihan sekaligus praktik tersebut bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan Petugas Pengawas Hama dan Penyakit. Demonstrasi plot (Demplot) yang dibuat untuk satu hektar lahan pertanian milik petani.
“Waktu panen kemarin Kamis 4 Mei 2023 itu sebagian besar [bawang] sudah ditebas oleh pembeli dengan tebasan rata-rata Rp25-Rp28 juta per seribu meter,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Sentolo, Hendro Santoso mengatakan bahwa dasar Pemerintah Kalurahan Salamrejo menganggarkan dana desa dalam bidang ketahanan pangan adalah untuk pengembangan Sumber Daya Pertanian (SDM) pertanian.
“Terutama SDM pertanian untuk pengembangan budidaya bawang merah. Kegiatan ini diwujudkan pada tahun 2023 dalam bentuk program pelatihan, bimbingan teknologi, pengenalan teknologi tepat guna untuk pertanian berupa pengembangan budidaya bawang merah,” kata Hendro dihubungi pada Sabtu (6/5/2023).
Hendro menambahkan bahwa narasumber dalam sekolah lapang yang diadakan berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan, UPT Penyuluhan Pertanian, BPTP DIY, BPP Sentolo, dan Petani Milenial serta Praktisi Budidaya Bawang Merah.
Tegasnya, bawang merah yang ditanaman dalah satu hektar lahan tersebut dapat menghasilkan Rp280 juta.
Di lain pihak, Sekretaris Kelompok Tani Gendingan, Muslih menegaskan akan terus menanam bawang merah sembari mengajak kelompok tani lain. “Sambil jalan [menanam], kami akan mencoba mengajak kelompok tani lain,” kata Muslih, Minggu (7/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Petugas SPPG Pundungrejo muntah setelah mencicipi ayam rempah. Distribusi MBG ditarik dan 94 siswa SD Negeri 2 Jati tak menerima.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.