Advertisement
Mengantisipasi Kebakaran Musim Kemarau 2023, BPBD DIY Siagakan Personel
Kebakaran - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Musim kemarau 2023 diprediksi bakal mempertinggi potensi terjadinya bencana kebakaran. Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) DIY menyiagakan sekitar 1.800 sukarelawan pemadam kebakaran (redkar) untuk bersiaga dalam penanganan kebakaran.
Berdasarkan catatan BPBD DIY kejadian kebakaran tahun 2022 ada 113 kejadian. Kemudian dari awal tahun hingga 22 Mei 2023 telah ada 48 kejadian.
Advertisement
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto menyampaikan untuk mengantisipasi kebakaran pihaknya dalam beberapa tahun terakhir telah membentuk redkar di tiap kabupaten/kota.
Selain itu, BPBD DIY juga melakukan pelatihan penanganan kebakaran terhadap beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
BACA JUGA: Minta Maaf, Tersangka Kasus Tanah Kas Desa Robinson Janji Kembalikan Uang Investor
“Redkar yang sudah terdata di Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri] sudah lebih dari 800 personel, sedangkan yang sudah terlatih lebih dari seribu personel,” katanya, Jumat (26/5/2023).
Daftar Redkar
Berdasarkan data BPBD DIY redkar yang terdaftar Kemendagri ada 830 personel. Jumlah tersebut terbagi menjadi personel redkar di Kota Jogja ada 483 personel, di Kabupaten Bantul ada 87 personel, Kabupaten Kulonprogo ada 73 personel, Kabupaten Sleman ada 172 personel, Kabupaten Gunungkidul ada 15 personel. Selain itu ada pula yang telah mendapat pembekalan namun belum terdata di Kemendagri ada lebih dari 1.500 personel.
Selain itu, BPBD DIY juga telah menyiapkan desa tangguh bencana untuk dapat memberikan penanganan pertama apabila terjadi kebakaran. “Redkar ini juga melalui desa tangguh bencana yang ada di DIY, [desa tangguh bencana] kan sudah cukup banyak ada lebih dari 280 desa,” katanya.
Selama memasuki musim kemarau yang berpotensi adanya kebakaran, Lilik pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Imbauannya [mencegah terjadinya kebakaran] untuk mengecek kembali yang sudah lama terpasang. Penggunaan stop contact yang menumpuk juga memicu percikan, masyarakat yang melakukan kegiatan di luar ruangan jangan lupa mematikan sumber api, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Buka Opsi Tim Independen Usut Kasus Penyiraman Air Keras
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Salat Id Digelar di Masjid Gedhe Kauman hingga Sekitar Alun-Alun
- Bupati Sleman dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pospam Mudik Lebaran
- Meriah, Takbir Keliling Tamanan Bantul Libatkan 8 Rombongan
- Takbiran BMI Yudonegaran Angkat Isu Lingkungan,
- Gema Takbir Jogja 2026 Ajak Peserta Gunakan Properti Daur Ulang
Advertisement
Advertisement








