Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.966 per dolar AS dipicu konflik Timur Tengah, inflasi, dan ekspektasi suku bunga The Fed.
Lahan pertanian yang rawan kekeringan di musim kemarau 2024 di wilayah Kabupaten Bantul. (Antara/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Musim kemarau 2023 disebut bakal ekstrem, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, menyiapkan pompa di dekat sumber air untuk irigasi lahan pertanian. Pompa ini untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Joko Waluyo di Bantul, Jumat (26/5/2023), mengatakan sudah mengumpulkan semua petugas penyuluh lapangan untuk memantau kondisi lahan pertanian di wilayah masing-masing memasuki musim kemarau 2023 saat ini.
"Teman-teman kami minta turun ke lapangan, memprediksi daerah-daerah yang kesulitan air irigasi, karena cuaca kemarau 2023 ini kan dipengaruhi fenomena El Nino, kalau daerah itu bisa dijangkau pompa air, dan ada sumber airnya, kami siapkan pompa," katanya.
BACA JUGA: Cegah Kejahatan Jalanan, Polisi Patroli ke Warung-Warung
Menurut dia, saat ini pompa air sudah ada di beberapa kelompok tani di Bantul yang berasal dari bantuan pemerintah, sehingga h bisa dimanfaatkan jika daerahnya terdapat sumber air untuk irigasi sawah.
"Pompa air itu kan bantuan pemerintah kepada kelompok tani, sudah ribuan jumlahnya, sehingga sudah banyak tersedia di masing-masing kelompok, itu nanti bisa dimanfaatkan, yang penting ada sumber airnya," katanya.
Dia mengatakan, di daerah yang tidak terdapat sumber air untuk irigasi pertanian, atau jauh dari mata air sebaiknya tidak memaksa memakai pompa air, dan menyesuaikan dengan ketersediaan air apabila melakukan kegiatan tanam tanaman pangan.
Rawan Kekeringan
Joko Waluyo mengatakan, di wilayah Bantul yang memiliki kerawanan kekeringan lahan pertanian dampak kemarau 2023 itu ada di Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pajangan, dan sebagian wilayah Piyungan.
"Di sebagian wilayah tersebut merupakan daerah-daerah yang sumber airnya tidak melimpah, kalau di daerah itu, ada sumber air, nanti kami siapkan pompa," katanya.
Terkait dampak kemarau 2023 yaitu kekeringan lahan pertanian, menurut dia, sampai saat ini belum berdampak pada tanaman pangan di Bantul, dikarenakan ketersediaan air irigasi masih mencukupi kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.966 per dolar AS dipicu konflik Timur Tengah, inflasi, dan ekspektasi suku bunga The Fed.
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik DIY yang mengalami penundaan hingga tahap kedua atau batch dua menimbulkan kekhawatiran atas ledakan sampah.
Timnas Kanada incar kemenangan pertama di Piala Dunia 2026. Simak profil, jadwal, pemain bintang, dan peluangnya di fase grup.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman memberikan bantuan sarana laboratorium komputer kepada penerima Beasiswa Sleman Pintar
KPK masih mencari Wamen Imigrasi Silmy Karim terkait OTT di Imigrasi Jakbar. Kasus diduga terkait izin tinggal WNA.