KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menggunakan asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) untuk menyelesaikan persoalan kesenjangan atau gap dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di DIY.
Tahun ini, Disdikpora DIY mencatat jumlah lulusan jenjang pendidikan SMP di DIY mencapai 55.000 siswa, sementara daya tampung pada SMA/SMK negeri hanya 32.000 orang. Adanya rentang tersebut membuat Disdikpora DIY menilai ASPD masih dinilai efektif untuk menyeleksi peserta didik dalam PPDB.
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menyampaikan adanya rentang daya tampung dengan jumlah lulusan SMP memerlukan sistem untuk menyeleksi peserta didik yang dapat duduk di SMA/SMK negeri di DIY.
BACA JUGA: Awas, Menyebar Hoaks di Medsos Terkait Pilpres 2024 Bisa Terjerat Hukum Pidana
“Daya tampung yang ada tidak sama dengan peminat, sehingga kita perlu alat seleksi tambahan,” ujarnya saat ditemui di kompleks Kepatihan, Rabu (31/5/2023).
Dengan kondisi tersebut, ditambah dengan letak geografis sekolah di DIY yang tidak merata, menurut Didik penyelenggaraan PPDB DIY apabila hanya mengacu pada sistem zonasi tidak akan efektif.
Selain itu, menurut Didik sistem ASPD yang fokus menguji kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada tingkat akhir pada jenjang pendidikan SD dan SMP dinilai masih efektif menjadi tolak ukur kualitas pendidikan DIY. Dengan penyelenggaraan ASPD, menurut Didik akan memunculkan pemetaan kualitas pendidikan pada masing-masing sekolah. Pemetaan tersebut menurutnya dapat menjadi evaluasi bagi peningkatan mutu pendidikan DIY.
Sedangkan Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Sutrisna Wibawa menilai ASPD merupakan upaya untuk dapat mewujudkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2005-2025 yakni sebagai pusat pendidikan, budaya, dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2025.
Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, menurut Prof. Sutrisna sistem pendidikan perlu mengacu pada Programme for International Student Assessment (PISA) yang merupakan asesmen untuk menguji kualitas pendidikan. Hasil asesmen tersebut dapat digunakan sebagai evaluasi sistem pendidikan daerah tersebut.
Prof. Sutrisna menyampaikan melalui ASPD yang menguji kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, maka peserta didik DIY dengan sendirinya telah disiapkan agar memiliki kualitas yang setara dengan barometer pengujian tersebut.
“DIY harus mempertahankan PISA yang diukur dari kemampuan membaca, matematika, dan kemampuan dasar. Kalua DIY tidak menyelenggarakan ASPD, berarti persiapan asesmen yang sifatnya internasional bisa lengah. Ini dalam rangka menyiapkan asesmen nasional maupun internasional,” katanya.
Mutu Pendidikan
Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Agustinus Subarsono menilai penyelenggaraan ASPD DIY masih diperlukan untuk dapat mengetahui mutu pendidikan.
“Kalau kita lihat secara substansial, ASPD baik. Karena untuk melihat mutu pendidikan dan bagi sekolah dapat untuk meningkatkan performansi mutu pendidikan,” katanya.
Meski begitu, dia menyoroti penyelenggaraan ASPD bagi peserta didik tingkat akhir yang diselenggarakan menjelang akhir tahun ajaran. Menurutnya, waktu penyelenggaraan tersebut dinilai kurang tepat. "Waktunya bagi siswa tidak nyaman, karena banyak ulangan, kemudian mengikuti ASPD. ASPD kan bukan untuk menentukan kelulusan,” katanya.
Menurutnya penyelenggaraan ASPD akan lebih baik apabila diselenggarakan di tengah tahun ajaran, sehingga hasil evaluasi dari penyelenggaraan ASPD dapat diterapkan pada siswa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.