Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit saat musim kemarau. Langkah efektif dalam pencegahan yakni dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan musim kemarau identik dengan suhu yang panas. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya tahan tubuh karena dehidrasi sehingga rentan terserang sejumlah penyakit.
“Sama seperti saat musim hujan harus mewaspadai penyakit seperti DBD, saat kemarau juga ada,” ungkapnya, Senin (5/6/2023). Beberapa penyakit yang harus diwaspadai di antaran infeksi saluran pernafasan (Ispa) dan radang mata akibat terkena debu.
Selain itu, juga ada potensi lain seperti penyakit kuli dikarenakan sumber air yang mengalami penyusutan. Untuk mencegah terjadinya dehindrasi, masyarakat Gunungkidul diminta banyak meminum air putih. Daya tahan tubuh juga bisa dijaga dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta rutin berolahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Gal Gadot memastikan tak kembali sebagai Wonder Woman di DCU baru. Simak perjalanan Gadot sebagai Diana Prince dan rencana DC Studios.
Polri menetapkan 89 tersangka kasus karhutla dari 189 laporan polisi. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan korporasi.
Empat mobil pick up untuk usaha 2026, dari Gran Max hingga Isuzu Traga. Simak harga, spesifikasi, kapasitas bak, dan kegunaannya.
Pieter Huistra masih mencari pemain lokal untuk PSS Sleman. Ia menginginkan pemain versatile yang bisa mengisi beberapa posisi.
Timnas voli putri Indonesia kalah 1-3 dari Iran pada perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi gagal melaju ke semifinal.