Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 30 Juli 2026, Cek Jam Berangkat
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ketua Umum Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Moerdjoko. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Umum Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Moerdjoko HW secara resmi memberikan pernyataan sikap dalam merespons peristiwa tawuran yang terjadi di Jogja. Moerdjoko meminta kepada seluruh anggota atau warga PSHT untuk menahan diri agar tidak terpancing berbagai informasi di media sosial.
Selain itu ia mengingatkan kepada seluruh anggota PSHT di berbagai daerah agar tidak menempuh cara-cara seperti berunjuk rasa di kantor polisi hingga melakukan konvoi di jalanan dalam menuntaskan kasus hukum. Video pernyataan sikap Ketum PSHT Indonesia itu diunggah di akun Instagram @poldajogja, Selasa (6/6/2023) malam.
View this post on Instagram
BACA JUGA : Setelah Tawuran, PSHT Minta Pendekar dari Luar DIY Tidak Datang ke Jogja
Berikut isi pernyataan sikap PSHT Indonesia yang disampaikan oleh Ketua Umum Moerdjoko :
Salam sejahtera om swastiastu namo buddhaya
Saya Drs Moerdjoko Ketua PSHT dengan terjadinya peristiwa di Jogja maka dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Negara kita negara hukum maka peristiwa yang terjadi di Yogyakarta antara oknum yang mengatasnamakan PSHT dengan kelompok masyarakat lain kita serahkan penanganan kepada pihak kepolisian.
2. Memohon kepada aparat penegak hukum kepolisian untuk menindak secara tegas terhadap oknum terbukti bersalah sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
3. Kami pimpinan pusat PSHT mengingatkan kepada seluruh anggota atau warga PSHT untuk tidak terprovokasi terhadap pemberitaan yang muncul di medsos yang bersifat ajakan, adu domba serta intimidasi yang dapat menganggu stabilitas kamtibmas dalam suatu wilayah yang mengatasnamakan organisasi PSHT.
4. Melarang anggota PSHT melakukan kegiatan yang menganggu kamtibmas dan penanganan hukum dengan cara : Pertama, berunjuk rasa secara massal di kantor kepolisian yang bersifat provokatif. Kedua, melakukan konvoi secara massal yang dapat menganggu ketertiban lalu lintas serta keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Ketiga, menggunakan atribut PSHT dalam kegiatan yang bersifat pribadi atau kelompok di luar kegiatan organisasi. Keempat, apabila ada anggota atau warga PSHT yang terlah terbukti melanggar aturan adat tradisi wasiat PSHT maka dengan tegas pimpinan pusat akan mencabut haknya sebagai anggota PSHT. Kelima, kepada seluruh anggota PSHT di manapun berada untuk dapat menjaga kamtibmas yang kondusif di wilayah masing-masing. Keenam, apabila terjadi di wilayahnya agar berkoordinasi dengan pengurus di wilayahnya serta tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri.
Demikian pernyataan sikap PSHT untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh anggota dan warga PSHT di manapun berada.
BACA JUGA : Seluk Beluk PSHT, Kelompok Pesilat yang Tawuran di Tamsis Jogja
Sebagaimana diketahui tawuran terjadi antara kelompok PSHT dengan suporter Brajamusti di berbagai titik di Kota Jogja, hingga melibatkan beberapa kelompok masyarakat lainnya. Akibat tawuran ini membuat suasana Jogja terutama Jalan Tamansiswa menjadi mencekam dan warga resah hingga menimbulkan kerusakan pada Museum di Perguruan Tamansiswa.
Gesekan ini terjadi akibat peristiwa penganiayaan sebelumnya yang terjadi antara kelompok suporter tersebut dengan anggota PSHT di Parangtritis, Bantul. Akan tetapi kasus tersebut telah ditangani kepolisian dengan menangkap tiga pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?
Agustus 2026 diramaikan peluncuran smartphone baru dari Google, Poco, Honor, Vivo, iQoo, dan Oppo dengan spesifikasi unggulan.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.