Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan acara penanaman kedelai di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menantang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk memperluas area tanam kedelai hingga 10.000 hektare.
Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Tanam Kedelai Dalam Rangka Peningkatan Produksi Nasional di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023).
“Sekarang baru 1.000 hektare. Kalau bisa 5.000 atau sampai 10.000 hektare,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Optimistis Gunungkidul Bisa Suprlus Beras, Ini Alasannya
Menurut dia, gerakan tanam kedelai ini sangat penting karena kebutuhan dalam negeri masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari jumlah impor yang mencapai 3,6 juta ton.
Untuk sekarang, lanjut Syahrul, ada momentum karena harga kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sedang tinggi sehingga memberikan peluang bagi kedelai lokal guna mengisi peluang tersebut. Ia tidak menampik, selama ini produk lokal kalah bersaing karena harga impor lebih murah.
“Dengan kedelai impor mulai mahal, maka jadi momentum untuk memperkuat produksi sehingga pangsa pasar bisa diisi oleh kedelai lokal,” katanya.
Meski demikian, untuk memangkas ketergantungan kedelai impor, Syahrul belum bisa mematok target kapan bisa terbebas. Ia berpendapat paling penting dilakukan secara bertahap dengan memperluas area tanam.
“Saya yakin dengan semangat dan keuletan yang dimiliki petani maka produksi bisa ditingkatkan dan ketergantungan pada impor bisa dikurangi perlahan-lahan,” katanya.
Menurut dia, permasalahan budidaya kedelai juga menyangkut produktivitas. Hasil pengubinan, panen hanya sekitar 2,6 ton per hektare.
Jumlah ini kalah dengan komoditas lain seperti jagung yang mencapai 6-7 ton per hektarenya. “Dari sisi harga kedelai dengan jagung hamir sama, makanya petani pilih menanam jagung. Tapi, budidaya kedelai harus terus dijalankan karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Produktivitas Kedelai, Pemkab Gunungkidul Lakukan Strategi Ini
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh terhadap upaya penanaman kedelai di Gunungkidul. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang paling banyak disumbang di sektor pertanian.
“Sektor pertanian menjadi unggulan karena selama pandemic juga tetap dapat tumbuh, di saat lainnya menurun,” katanya.
Terkait dengan area tanam kedelai, Sunaryanta mengaku akan terus mengkaji. Menurutnya, luas 1.000 hektare hanya di Kapanewon Semin dan belum termasuk kapanewon lainnya.
“Sekarang area tanam sudah mencapai 4.350 hektare. Kami juga akan terus berupaya memperluas budidaya tanaman kedelai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.