Asal-usul Padukuhan Banyu dan Kisah Warga yang Masih Kesulitan Air
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul akan menyalurkan hewan kurban berupa tiga ekor sapi untuk masyarakat. Total anggaran pengadaan mencapai Rp90 juta.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Setda Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna mengatakan, pemberian hewan kurban ke masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Iduladha merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya. Meski demikian, lanjut dia, program sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19.
“Baru tahun ini mulai lagi penyaluran hewan kurban ke kelompok masyarakat,” kata Wijang kepada wartawan, Senin (19/6/2023).
Dia menjelaskan, tahun ini ada tiga ekor sapi yang dibagikan ke masyarakat. Total anggaran pengadaan menggunak alokasi dari APBD sebesar Rp90 juta.
Meski demikian, Wijang belum bisa memastikan lokasi penyaluran dikarenakan masih dalam proses pendataan. “Hanya tiga ekor sapi yang disalurkan tahun ini. Untuk tempat pembagian, masih dalam rencana. Nanti kalau sudah pasti akan kami informasikan,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan, sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan Hari Raya Kurban. Salah satu persiapan dengan membuat pedoman penanganan pelaksanaan kurban.
Selain itu, juga ada upaya pemantauan terkait dengan lalu lintas ternak jelang Iduladha juga diintensifkan. “Surat edaran tentang pedoman penanganan kurban akan kami bagikan ke masyarakat untuk menjadi pedoman saat penyembelihan,” katanya.
Retno memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan stok hewan kurban. Pihaknya juga optimistis PMK dan LSD atau lato-lato tidak mempengaruhi stok hewan kurban.
Menurut dia, kasus penyebaran sudah melandai. Hingga sekarang tercatat ada 1.553 ekor sapi terkena penyakit lato-lato, sedangkan untuk PMK ada kasus aktif sebanyak 214 ekor. “Upaya pemantauan dan penanggulangan penyebaran penyakit terus dilakukan. Tujuannya, agar kasus penularan bisa semakin terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Tikus, ular, hingga kucing bisa masuk ke ruang mesin mobil dan menyebabkan kerusakan. Simak lima cara efektif mencegah hewan bersarang di kendaraan.
MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno menjadi seri krusial perebutan gelar dunia. Ducati difavoritkan, tetapi KTM dan Aprilia siap memberi kejutan.
Madu dinilai lebih sehat dibanding gula putih karena mengandung antioksidan dan nutrisi tambahan. Namun konsumsi berlebihan tetap berisiko bagi kesehatan.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Rupiah menguat ke Rp17.709 per dolar AS, ditopang sentimen damai AS-Iran, penurunan harga minyak, dan kenaikan suku bunga BI.