Advertisement
DPRD DIY Kampanyekan Gerakan Surup Neng Omah untuk Cegah Klitih
aksi klitih - Instagram: @Magelang_raya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY melalui Komisi A mengkampanyekan Gerakan Surup Neng Omah untuk mencegah adanya tindakan klitih. Gerakan itu merupakan upaya kesekian kalinya untuk mendukung sejumlah program pencegahan yang dilakukan pemerintah.
Maksud dari Gerakan Surup Neng Omah adalah saat jelang matahari terbenam sebaiknya di rumah saja, terutama bagi anak remaja. Begitu juga saat malam hari anak sebaiknya di rumah saja dan harus dalam pemantauan orangtua.
Advertisement
“Gerakan surup neng omah, wengi neng omah wae ini sebagai salah satu upaya pencegahan adanya aksi klitih yang seringkali ini kejadiannya menimpa remaja,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dalam konferensi pers di DPRD DIY Jumat (23/6/2023).
Eko berharap kampanye pencegahan klitih ini bisa ditindaklanjuti secara bersama-sama dengan melibat semua komponen, baik di lini pemerintahan maupun masyarakat. Mengingat kasus klitih seringkali terjadi di wilayah DIY. Pencegahan harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu ada peristiwa besar dalam kasus klitih.
“Sebenarnya Gerakan ini cukup sederhana tetapi memiliki makna besar dan efektif untuk pencegahan. Kalau anak ini di rumah saja didampingi orangtua, dia keluar dengan pengawasan. Sehingga peristiwa kekerasan jalanan itu tidak perlu terjadi,” katanya.
Ia turut menyinggung dalam berbagai kasus, peistiwa klitih juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga. “Sehingga kami mendorong juga untuk pengentasan kemiskinan ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
Advertisement
Advertisement








