Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Ilustrasi siaga kekeringan di DIY /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG kembali merilis peringatan dini kekeringan di DIY akibat meteorologis atau berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan dan seterusnya.
Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan per 30 Juni 2023, telah terjadi potensi kekeringan meteorologis di wilayah DIY dengan status Siaga atau telah mengalami HTH >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70%.
BACA JUGA: Antisipasi Bencana Kekeringan, BPBD DIY Siapkan Dropping Air Bersih
Adapun wilayah kekeringan dengan status Siaga berada di sejumlah titik di DIY. Di Kabupaten Sleman meliputi Kapanewon Berbah, Depok, Kalasan, Ngemplak, Prambanan, Sleman sementara di Kulonprogo berada di Kapanewon Sentolo.
Untuk Kabupaten Bantul, Siaga Kekeringan berada di Kapanewon Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Piyungan, Pundong dan Sewon sedangkan di Kabupaten Gunungkidul status siaga kekeringan meliputi Kapanewon Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Playen dan Ponjong.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DI Yogyakarta Reni Kraningtyas menghimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat yang berada dalam wilayah peringatan dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan meteorologis.
"Untuk mewaspadai sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, mewaspadai pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih) dan mengantisipasi peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya, Jumat (30/6/2023).
Reni menjelaskan soal prakiraan curah hujan dasarian I - III Juli 2023 di wilayah DIY. Pada dasarian I Juli 2023, curah hujan berkisar 0 - 20 mm kategori rendah dengan sifat hujan Bawah Normal - Atas Normal. Adapun pada dasarian II Juli 2023 curah hujan berkisar 0 - 20 mm kategori rendah dengan sifat hujan Bawah Normal - Atas Normal
"Untuk dasarian III Juli 2023 curah hujan berkisar 0 - 10 mm kategori rendah dengan sifat hujan umumnya Bawah Normal," katanya.
Adapun puncak musim kemarau 2023 di DIY, lanjutnya, diprakirakan berlangsung antara Juli hingga Agustus 2023 dengan perincian 1 ZOM (12.5%) pada Juli 2023 dan 7 ZOM (87.5%) pada Agustus 2023.
Panjang Musim Kemarau 2023 di DIY, bervariasi antara 16 - 20 dasarian dengan perincian 1 ZOM (12.5%) selama 16 dasarian, 1 ZOM (12.5%) selama 17 dasarian, 4 ZOM (50%) selama 18 dasarian, 1 ZOM (12.5%) selama 19 dasarian dan 1 ZOM (12.5%) selama 20 dasarian.
Untuk akhir musim kemarau 2023 di DIY, lanjut Reni, diprakirakan berakhir pada Oktober dasarian I meliputi Kabupaten Kulonprogo bagian Utara, Oktober Dasarian II meliputi Gunungkidul bagian tengah dan selatan
"Pada Oktober dasarian III meliputi wilayah Kota Jogja, seluruh Kabupaten Sleman dan Bantul, Kabupaten Kulonprogo kecuali Kapanewon Samigaluh dan Kalibawang, Kabupaten Gunungkidul bagian utara," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.