Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kebakaran - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus kebakaran di Gunungkidul meningkat selama musim kemarau ini. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyebut sudah ada 28 kasus, dengan kerugian materiel mencapai Rp1,8 miliar.
Lokasi kebakaran yang mendominasi adalah kandang ternak, dimana kebanyakan disebabkan keteledoran saat membakar sampah di sekitar kandang ternak.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyebut kasus kebakaran meningkat saat memasuki musim kemarau pada Mei lalu. “Dibanding periode yang sama pada 2022, kasus kebakaran tahun ini di musim kemarau lebih banyak,” terangnya, Senin (3/7/2023).
Data BPBD Gunungkidul pada 2022 mencatat hanya terjadi kebakaran sebanyak 18 kasus sampai pertengahan tahun. “Tahun ini pertengahan tahun sudah 28 kasus kebakaran, yang paling menghebohkan pada Maret kemarin terjadi kebakaran di kandang ayam broiler,” ujarnya.
Kebakaran kandang ayam pedaging itu menyebabkan 40.000 ekor ayam terpanggang hangus. “Kerugian kebakaran kandang ayam itu ditaksir sampai Rp1,2 miliar,” jelas Purwono, Senin pagi.
Kendala umum pemadaman kebakaran di Gunungkidul, jelas Purwono, adalah jarak yang terlampau jauh. “Kadang bahkan jalannya tidak lancar karena harus melalui jalur sawah-sawah, untuk itu kami juga terus melakukan sosialisasi dan himbauan untuk mengantisipasi kebakaran,” katanya.
BACA JUGA: ORI DIY Terima Aduan Pungli Berkedok Sumbangan di Dua Sekolah Negeri
BPBD Gunungkidul, lanjut Purwono, terus berkoordinasi dengan Kalurahan Tangguh Bencana untuk mengantisipasi kebakaran. “Setiap informasi BMKG terkait suhu yang tinggi dan dapat memicu kebakaran langsung kami sampaikan ke pengurus KTB agar mereka dapat mensosialisasikan ke masyarakat untuk berhati-hati,” terangnya.
Sementara fasilitas pemadaman kebakaran yang dimiliki BPBD Gunungkidul, menurut Purwono, sudah cukup memadai. “Tidak ada yang kurang sejauh ini, perlengkapan sudah lengkap. Jumlah personil juga sudah memadai,” ucapnya.
Kejadian kebakaran terakhir yang ditangani BPBD Gunungkidul terjadi pada Rabu (28/6/2023) lalu. Kebakaran terjadi di Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen.
Personil pemadam kebakaran BPBD Gunungkidul yang menangani kasus tersebut, Dhani Saputro menyebut kebakaran tersebut dialami oleh Siti Solichah, 57. Kebakaran yang dialami Siti tersebut terjadi pada kandang sapi miliknya. Penyebab kebakaran itu karena Siti lalai memadamkan api dari sampah yang dibakarnya di sekitar kandang.
“Kandang terbakar karena jerami yang disimpan di samping kandang terbakar oleh sampah yang dibakar dan membesar sampai membakar kandang, untungnya sapi dapat dievakuasi dan kandang dapat diselamatkan sebagian,” jelas Dhani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.