45 ASN Sleman Naik Pangkat, Ini Pesan Bupati Harda Kiswaya
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Dosen FKKMK UGM Citra Indriani menerangkan cakupan jarak bahaya penyebaran antraks sangat tergantung luasan tetesan darah ternak yang terjangkit antraks.
BACA JUGA: Viral Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Bila ternak yang mengidap antraks dibawa dan darahnya menetes sepanjang jalan, lokasi jatuhnya darah tadi juga patut diwaspadai dapat menjadi titik penyebaran spora antraks. Padahal spora antraks bisa bertahan puluhan tahun.
"Jarak bahaya akan sangat tergantung dari area penyembelihan atau ketika sapi setelah disembelih dibawa dengan cara apa, darahnya netes atau tidak. Itu areanya sangat tergantung dengan itu," terangnya pada Jumat (7/7/2023).
Sehingga bila darah sapi antraks tercecer di sepanjang jalan, maka jarak bahayanya juga akan semakin luas. "Jadi kalau darahnya sudah tercecer, ya kalau itu panjang ya akan menjadi luas," ungkapnya.
"Ada kejadian juga tidak ada kontak dengan hewan yang sakit tetapi kemudian ada yang mengalami mirip dengan antraks kulit, mungkin karena spora yang terbawa yang kita tidak tahu sampai di mana," terangnya.
Tak hanya tercecer di sepanjang jalan, darah sapi terkena antraks bisa menempel pada alas kaki manusia atau perangkat lain yang sempat kontak dengan darah di lokasi antraks. Hal ini tentu menambah luas potensi cakupan penyebaran antraks.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni mengatakan bila spora antraks tidak hanya menempel di tanah, namun bisa juga pada alas kaki bahkan pakaian.
"Karena begitu darah tadi tercecer-cecer terbentuk spora, sepatu atau alas kaki yang digunakan baik itu petani, mungkin yang pengin tahu penduduk di situ [bisa tertempel spora], kan jarang sekarang orang nyeker," ungkapnya.
Selain alas kaki, orang yang kontak dengan kandang atau peralatan lain yang terkena darah sapi antraks juga dapat beroperasi menyebarkan spora. "Jadi tidak mudah untuk mencegah supaya spora ini tidak menyebar kemana-mana," ujarnya.
BACA JUGA: Ramai Dibicarakan, Ini 4 Tipe Antraks pada Manusia
Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono menambahkan bakteri dan spora antraks yang tak kasat mata, membuat upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah meminimalisir risiko penularan.
Karena proses tawar menawar, pembatasan lalu lintas ternak hanya dilakukan pada dusun yang ditengarai menjadi pusat penyebaran antraks. "Maka yang bisa kita lakukan setelah tawar menawar ya sudah dusun itu aja," ujarnya.
Padahal menurut Nanung, ternak di dusun tersebut bisa diambil alih oleh pemerintah diganti dengan uang dan dimusnahkan. "Mungkin desa itu diambil oleh pemerintah semua sapi dimusnahkan semuanya kemudian diganti pemerintah dengan uang, saya kira bisa juga sebenarnya," tuturnya.
"Ya nambah anggaran enggak apa-apa, tapi daripada nanti nyebar kemana-mana," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.