Motor Curian Dijatuhkan Saat Kabur, Dua Terduga Pelaku Diamankan Warga
Aksi pencurian sepeda motor yang diduga dilakukan sepasang sejoli di wilayah Bambanglipuro, Bantul, berakhir gagal setelah keduanya berhasil diamankan warga.
Murid SMPN 12 Jogja saat menunjukkan Bata Cinta hasil inovasi dan penelitian dari sampah plastik dalam ajang OPSI se Kota Jogja, Selasa (11/7/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah murid SMPN 12 Jogja mengusung penelitian berjudul Membersihkan Lingkungan Kota Jogja dengan Bata Cinta pada pameran dan lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) untuk jenjang SMP/MTS tingkat Kota Jogja yang digelar di Taman PintarJogja pada 11-12 Juli.
Penelitian itu dilakukan oleh tiga siswi SMPN 12 Jogja yakni Adira Putri Ramadhani, Nabila Talitha Athaya Wicaksono dan Quaneisha Calya Sakhi. Ide awal inovasi tersebut bermula dari keresahan terhadap keberadaan sampah plastik yang marak di Jogja, kemudian jadilah Bata Cinta. “Kami merasa resah melihat kondisi lingkungan di Jogja yang dipenuhi sampah plastik yang berserakan. Makanya muncul ide membuat bata ini," kata Quaneisha.
Nama Bata Cinta dipilih lantaran penelitian dan hasil inovasi itu dikatakan merupakan wujud cinta serta kepedulian mereka kepada Kota Jogja, terutama pada aspek lingkungan. Dia berharap penelitian itu bisa diadopsi dan diperluas agar sampah plastik bisa diubah jadi bahan yang berguna.
Dalam prosesnya, pembuatan Bata Cinta dimulai dari pemilahan dan penimbangan sampah plastik dan pengukuran minyak jelantah. Minyak jelantah dipanaskan dalam wadah stainless steel lalu sampah plastik dimasukan secara bertahap.
BACA JUGA: BSI Kumpulkan Lebih dari 5.000 Sampah Botol Plastik di Jogja Marathon 2023
Bahan itu kemudian dipanaskan sampai meleleh sempurna kemudian baru dicetak. Untuk menghasil satu Bata Cinta membutuhkan sekitar 600 gram sampah plastik dan minyak jelantah sekitar 600 mililiter.
Bata Cinta memiliki daya serap 9,8% dan kuat tekan 21,09 kg/sentimeter persegi. "Bata plastik lebih cocok untuk bata nonstruktural," lanjutnya.
Ajang OPSI SMP/MTS tingkat Kota Jogja merupakan kegiatan tahunan yang menampilkan berbagai karya penelitian di bidang sains, sosial dan teknik. Salah satu tujuannya yakni demi meningkatkan kreasi dan inovasi dalam berbagai bidang ilmu sesuai minat dan bakatnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menjelaskan OPSI SMP/MTS tingkat Kota Jogja itu diikuti 90 kelompok pelajar dari 26 SMP/MTS. Bidang ilmu yang dilombakan yakni IPA dan lingkungan, IPS dan kemanusiaan, serta teknik dan rekayasa.
Karya hasil penelitian yang ditampilkan antara lain bata dari sampah plastik, gim edukasi dan web terkait dengan sumbu filosofi Jogja, stirofoam alami, sendok ramah lingkungan serta game edukasi pendidikan karakter. “Nanti yang juara dalam OPSI ini akan menjadi wakil Kota Jogja untuk melaksanakan kegiatan OPSI jenjang DIY,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi pencurian sepeda motor yang diduga dilakukan sepasang sejoli di wilayah Bambanglipuro, Bantul, berakhir gagal setelah keduanya berhasil diamankan warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 14 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
SD Tumbuh 3 Jogja gelar AFT 2026 di TBY, konser orkestra anak bertema inklusi, kolaborasi musik, tari, dan visual kreatif.
Qatar menahan imbang Swiss 1-1 di Piala Dunia 2026 lewat gol injury time Boualem Khoukhi di laga Grup B.
Wamenpar Ni Luh sebut wisata gastronomi bukan sekadar kuliner, tapi pengalaman budaya yang jadi daya tarik wisata Indonesia.
Pemerintah siapkan PLTG 2.000 MW senilai Rp70 triliun untuk dorong swasembada energi dan target pertumbuhan ekonomi 8%.