30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ribuan pengunjung menyaksikan layang-layang dalam JIKF 2023 di Pantai Parangkusumo, Minggu (16/7/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah absen selama tiga tahun karena pandemi Covid-19, Jogja International Kite Festival (JIKF) atau Festival Layang-Layang Internasional kembali digelar tahun ini di Pantai Parangkusumo, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, Sabtu-Minggu (15-16/7/2023).
Ratusan layang-layang berbagai jenis yang menghiasai langit Pantai Parangkusumo tersebut menyedot banyak penonton. Bahkan ribuan penonton harus rela berdesak-desakan untuk melihat layang-layang berbagai kreasi dari berbagai negara itu. Beberapa kali panitia penyelenggara terpaksa harus mengingatkan penonton tidak masuk ke area perlombaan.
Layang-layang yang diterbangkan bukan hanya layangan tradisional yang berbentuk segi empat atau berbentuk oval dengan ekor. Namun, banyak layang-layang kreasi yang dibentuk dengan sedemikian rupa menyerupai jenis hewan seperti kucing, naga, ikan, ular, ayam. Ada juga yang dibentuk pesawat terbang hingga tokoh semar.
Festival Layang-Layang Internasional tahun ini digelar oleh perkumpulan pegiat layang-layang nusantara Talikama dan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Tahun ini, agenda tahunan tersebut didukung pula oleh Dana Keistimewaan (Danais).
Ketua Umum Talikama, Herdjuno Sukotjioadi mengatakan ada sembilan negara yang ikut terlibat dalam JIKF 2023, yakni Malaysia, Cina, Singapura, Amerika, Taiwan, Jepang, Thailand, Korea, dan Swiss. Dari sembilan negara tersebut terdiri dari 13 klub layang-layang. Sementara dari nasional yang terlibat sebanyak 50 klub,” katanya, disela-sela JIKF 2023 di Pantai Parangkusumo.
BACA JUGA: Asyik! Ada Festival Layang-layang Diikuti 9 Negara di Pantai Parangkusumo
Herdjuno mengatakan JIKF merupakan kemepat kalinya digelar dengan skala internasional. Namun dari skala nasional sudah ke delapan kalinya digelar. Festival layang-layang tersebut digelar untuk mewadahi para pehobi, penggemar, maupun pembuat layang-layang. “Untuk lombanya memperebutkan Piala Raja DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X,” ujarnya.
Selain itu festival layang-layang ini juga sekaligus melestarikan permainan tradisional yang sudah mendunia. Bukan hanya permainan tradisional, namuan Herdjuno menyatakan layang-layang sudah resmi masuk dalam salah satu cabang olahraga kedirgantaraan atau Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Adapun yang dilombakan adalah layang-layang tradisional, layang-layang dua dimensi, tiga dimensi. Kemudian layang-layang Rokkaku atau layang-layang tradisional Jepang, dan layang-layang train naga.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan mengatakan antusiasme wisatawan dalam festival layang-layang internasional kali ini di luar prediksi. Tampak ribuan wisatawan yang menyaksikan festival tersebut. Selain itu JIKF juga dapat mendatangkan wisatawan mancanegara. Dengan demikian dampaknya tentu untuk kesejahteraan warga setempat.
Menurutnya, event tahunan itu sempat ditiadakan pada 2020, 2021, dan 2022 karena pandemi Covid-19. “Tahun ini kami mulai lagi. Tentunya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing karena sejak pandemi kita tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara,” katanya.
Dia berharap festival ini memiliki dampak yang cukup besar untuk pariwisata DIY. Selain untuk mendongkrak kunjungan wisata, hal ini dilakukan agar target kunjungan wisatawan asing tercapai di tahun 2023 ini. sementara untuk kunjungan nusantara ditarget naik 30% tahun ini. “Untuk persentase kami harapannya ada kenaikan 30 persen dari tahun 2022. Di tahun 2022 itu sekitar 6 juta dan kita harapkan meningkat di tahun 2023,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Pelayang Kelantan Malaysia, Nik Arif Dato mengatakan dalam acara ini, pihaknya membawa sembilan jenis layang-layang untuk dilombakan. Sebagai peserta, dirinya melihat festival yang diadakan kali ini cukup meriah dari festival sebelumnya. “Saya melihat ini berbeda, lebih meriah. Ada seratusan ribu manusia berkunjung di sini,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Film The Longest Wait tentang perjuangan Timnas Indonesia tayang 28 Oktober 2026. Simak trailer dan pesan Jay Idzes untuk suporter Garuda.
PSIM Jogja memecat Jean Paul van Gastel setelah empat kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini berada di peringkat 16.
Rute jip wisata Gumuk Pasir Parangtritis dialihkan dari zona inti restorasi. Jalur baru menawarkan petualangan dan potensi agro wisata.
Simak informasi BSU 2026, perkiraan bantuan Rp900.000, kriteria penerima berdasarkan skema sebelumnya, dan cara mengecek status lewat JMO.
Motor MotoGP 2027 bermesin 850 cc dilaporkan mencatat waktu putaran mendekati motor 1000 cc. Ducati dan Aprilia menyoroti aspek keselamatan.